Kapolri Ingin Ada Lapas Khusus Teroris

Penulis: Anwar Sadat Guna Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 08:12 WIB Politik dan Hukum
Kapolri Ingin Ada Lapas Khusus Teroris

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menginginkan seluruh narapidana teroris (napiter) di Indonesia, ditempatkan di lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus dengan penjagaan ekstraketat.

Tito mengatakan, peristiwa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, ialah karena tidak tersedianya lapas memadai untuk napiter. Termasuk manajemen lapas yang khusus menangani napiter.

"Menghadapi kelompok-kelompok seperti ini yang lebih banyak didorong masalah pemahaman, tentu cukup berbahaya. Mereka tidak bisa ditahan di tahanan biasa apalagi digabung dengan tahanan lain," ungkap Kapolri saat berkunjung ke Mapolda Riau, Kamis (17/5).

Sejalan dengan keinginan tersebut, Kapolri berharap DPR dapat segera mengesahkan Revisi Udang-Undang (RUU) Antiterorisme. Pengesahan RUU tersebut penting dalam upaya  penanganan terorisme yang komprehensif di Indonesia.

"Kami sejak dua tahun lalu sudah menyusun draf revisinya dan telah mengajukan hal itu ke DPR RI. Kami berharap agar RUU tersebut dapat segera disahkan supaya ada acuan yang lebih kuat dalam penanganan teroris di Indonesia," kata Kapolri.

Kedatangan Kapolri Tito ke Pekanbaru ialah untuk memberikan penghargaan kepada lima personel Polda Riau, setelah serangan kelompok terduga teroris di Mapolda Riau, Rabu (16/5).

Kelima personel Polda Riau tersebut, yakni; Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Rudi Syafrudin, Brigadir Panjaitan (Provost Polda Riau), Kompol Farid Abdullah (Bidkum Polda Riau), Ipda Auzar (Ditlantas Polda Riau/meninggal dunia), dan Brigadir Jhon Hendrik (Provost Polda Riau).

Dirlantas Polda Riau mendapatkan pin emas dari Kapolri dan empat personel lainnya masing-masing mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat.

"Saya menginginkan agar Dirlantas Polda Riau juga naik pangkat. Mengingat ruang jabatan untuk bintang satu belum tersedia, sementara kami berikan pin emas," ujar Kapolri.

Tito melanjutkan, penghargaan yang diberikan untuk menyemangati dan memotivasi seluruh personel Polri dalam melaksanakan tugas.

"Kami ingin memotivasi agar jangan takut menghadapi teroris. Tetap melaksanakan tugas sesuai SOP," tegasnya.

Jenderal bintang empat itu mengapresiasi kesiapsiagaan personel Polda Riau, sehingga berhasil mematahkan serangan kelompok terduga  teroris.

"Sekali lagi kami berikan apresiasi atas kemampuan personel menghadapi ancaman di lapangan," pungkasnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More