Kakak Beradik di Malang Ditangkap Densus 88

Penulis: Daviq Umar Al Faruq Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 08:09 WIB Nusantara
Kakak Beradik di Malang Ditangkap Densus 88

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TIM Densus 88 Antiteror kembali menangkap terduga teroris di wilayah Malang, Jawa Timur. Kali ini, Densus 88 menangkap kakak beradik INM, 20, dan ARH, 23.

Keduanya ditangkap di Jalan Gading Pesantren Blok III Nomor 1 Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (17/5) sekitar pukul 19.00 WIB.

Salah satu keluarga dari INM dan ARH, Mualim, 50, mengaku melihat sendiri saat keduanya ditangkap polisi. Penangkapan terjadi saat Mualim akan salat tarawih.

"Saya tidak tahu ditangkap karena apa. Polisi tidak cerita banyak," katanya kepada awak media.

Mualim mengungkapkan, ARH adalah sosok yang mudah bergaul dengan warga. Sedangkan, INM adalah sosok yang pendiam dan jarang ada di rumah.

"ARH kerja jadi cleaning service, dia sering ikut aktivitas di kampung. Kalau INH jualan cilok di Surabaya, dia baru pulang seminggu lalu karena tujuh harian meninggalnya ibunya," ujarnya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Benar. Ada di Mojokerto dan di Kota Malang," pungkasnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More