Di PBB, Menlu Tegaskan Indonesia Berperang Melawan Terorisme

Penulis: Fajar Nugraha Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 07:52 WIB Internasional
Di PBB, Menlu Tegaskan Indonesia Berperang Melawan Terorisme

MI/ARYA MANGGALA

MENTERI Luar Negeri Retno LP Marsudi berbicara dalam debat terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Isu terorisme dan penegakan hukum internasional menjadi perhatian.

Debat di Markas PBB itu mengambil tema “Upholding International Law Within the Context of the Maintenance of International Peace and Security”. Menlu menegaskan tentang perang Indonesia melawan terorisme.

 “Indonesia tidak akan memberikan ruang kepada kekerasan ekstremisme dan terorisme. Kami akan berhasil melawan mereka. Mari bersatu mengembangkan pendekatan komprehensif untuk melawan terorisme dan kekerasan ekstrem,” tegas Menlu dalam debat DK PBB di New York, Kamis (17/5) waktu setempat.

Sebelumnya, Menlu mengucapkan terima kasih kepada anggota PBB yang menyatakan simpati dan memberikan dukungan kepada Indonesia, usai serangan teroris di Mako Brimob, Surabaya, dan Riau.

Berbicara dalam debat DK PBB ini, satu hal yang digarisbawahi Menlu Retno adalah pentingnya penegakan hukum internasional demi melindungi mereka yang lemah. Termasuk juga untuk mencegah pendekatan yang justru menyisakan penderitaan.

Peran DK PBB turut menjadi perhatian, karena warga di dunia adalah konstituen dari lembaga paling berpengaruh di PBB ini.

“Seluruh warga dunia harus mendapatkan manfaat dari produk DK PBB,” imbuh Retno, yang dikutip dari akun Twitter resminya.

“Guna memenuhi mandatnya, DK PBB harus menegakkan hukum internasional dan memastikan implementasi dari setiap resolusi yang dikeluarkan,” sebutnya.

“Salah satu contoh adalah resolusi mengenai Palestina, yang belum diimplementasikan secara penuh,” tutur Menlu perempuan pertama Indonesia itu.

Lebih lanjut Menlu menegaskan bahwa DK PBB tidak boleh mengabaikan tanggungjawab untuk menjadai perdamaian dan keamanan.

“Semua pihak bisa memperkuat upaya menjaga perdamaian dan keamanan dunia dengan bertindak sesuai dengan hukum internasional, menjaga perdamaian dan keamanan di lingkungan sekitar serta memastikan sinergi antara perdamaian dan perkembangan,” pungkas Retno.

Turut sertanya Indonesia dalam debat ini menjadi salah satu kampanye dalam pencalonan anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020. Mengusung slogan ‘A True Partner for Peace’ Indonesia akan melakukan kampanye terakhir di PBB pekan ini, sebelum keputusan dikeluarkan sekitar Juni.

Selama di markas PBB, Retno juga melakukan pertemuan dengan Komite Eksekutif PLO Hanan Ashrawi. Keduanya membahas situasi terakhir di Gaza dan Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita terkait kekerasan yang terjadi di Gaza telah menewaskan 63 orang dan 2.700 lainnya menderita luka-luka. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More