Pemprov Harus Beri Alasan Logis untuk Jual Saham Perusahaan Bir

Penulis: Tosiani Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 10:40 WIB Megapolitan
Pemprov Harus Beri Alasan Logis untuk Jual Saham Perusahaan Bir

MI/PIUS ERLANGGA
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus bisa meyakinkan DPRD dengan alasan yang logis dan rasional agar rencana penjualan saham di PT Delta disetujui DPRD. Sebab, dalam peraturan daerah (Perda), penjualan saham itu harus mendapatkan persetujuan DPRD.

Hal itu disampaikan Pengamat Perkotaan dari Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto kepada Media Indonesia, Jumat (18/5).

“Memang Pemprov DKI bisa menjual saham maupun menambah penyertaan modal. Tapi semua itu harus dapat persetujuan DPRD. Kalau tidak disetujui ya tidak bisa. Yang penting bisa meyakinkan DPRD apa alasan menjual saham,” ujar Sugiyanto.

Jika Pemprov DKI bisa menyampaikan alasan penjualan saham secara logis dan tepat, menurut Sugiyanto, pihak DPRD akan memberikan persetujuan.

Akan tetapi, jika tidak ada alasan yang logis dan tepat, tidak menutup kemungkinan DPRD tidak akan menyetujui rencana tersebut.

“Yang terpenting ada alasannya, seperti mau menambah penyertaan modal pun juga ada alasannya. Yang perlu diingat, kalau ini menyangkut aset, itu berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Sugiyanto.

Selama ini, Sugiyanto mengaku belum mendengar secara detail alasan Pemprov DKI untuk menjual sahamnya di perusahaan produsen bir tersebut. Selama ini, alasan yang disampaikan pemprov masih belum jelas.

“Jadi apapun alasannya, bir itu dipandang haram atau halal, pun harus bisa disampaikan secara logis dan tepat kepada DPRD karena aset itu menyangkut kepentingan masyarakat,” katanya.

Perlu dipertimbangkan juga, lanjut Sugiyanto, perihal status perusahaan bir itu yang sudah go public. Dengan demikian sahamnya pun sudah ada yang dimiliki masyarakat. Kendati memang tidak salah menjual asetnya, dan itu merupakan hak Pemprov, namun tetap harus mempertimbangkan banyak hal. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More