Penjualan Saham Perusahaan Bir Harus Mempertimbangkan Untung–Rugi

Penulis: Tosiani Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 09:40 WIB Megapolitan
no-image.jpg

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta melihat dan mempertimbangkan lagi rencana penjualan saham PT Delta. Sebab dari sisi ekonomi dan bisnis, perusahaan tersebut masih konstan dan provitable.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto, menyebut, hingga saat ini, PT Delta masih menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp35–36 miliar per tahun.

Angka tersebut terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Tahun sebelumnya, perusahaan bir ini menyumbang PAD sekitar Rp25 miliar.

Adapun nilai saham Pemprov di PT Delta, bila dilepas ke pasaran saat ini bernilai sekitar Rp1 triliun. Butuh waktu sekitar 30 tahun untuk sampai pada nilai dan harga tersebut.

Dengan kondisi perusahaan yang demikian, tidak menutup kemungkinan nilai saham Pemprov di perusahaan tersebut bisa bernilai antara Rp2–3 triliun pada tahun depan. Di tahun-tahun berikutnya, nilai saham berpotensi naik lagi.

“Kita orang bisnis tahu sekali, kalau perusahaan itu masih konstan, provitable. Mestinya pertimbangannya tidak dijual karena akan naik terus. Berbeda jika kondisinya menurun, tidak ada keuntungan, saham harus dijual sebelum nilainya jatuh,” ujar Sugiyanto kepada Media Indonesia, Jumat (18/5).

Sugiyanto meminta Pemprov perlu menganalisa lagi kondisi PT Delta. Jika secara ekonomi dan bisnis masih untung, tentu tidak realistis menjual sahamnya sekarang.

Perlu juga dianalisa kondisi perusahaan bir itu di bursa saham. Jika masih bagus, stabil, dan sehat, tentu sayang bisa menjual sahamnya.

“Kalau hanya karena pandangan halal–haram bir, dalam pemerintahan tidak bisa menjadikan kategori halal-haram sebagai dasar kebijakan. Sebab dasar kebijakan pemerintah adalah peraturan perundang-undangan. Pemprov harus melihat lagi kondisinya, meski itu hak dia untuk menjual saham,” ujar Sugiyanto. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More