Ramadan Mulai, Anies-Sandi Merasa Mantap Lepas Saham Perusahaan Bir

Penulis: Selamat Saragih Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 22:50 WIB Megapolitan
Ramadan Mulai, Anies-Sandi Merasa Mantap Lepas Saham Perusahaan Bir

MI/ARYA MANGGALA

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur (Wagub) Sandiaga Uno, memilih malam sebelum Ramadan untuk mengumumkan kepastian pelepasan saham PT Delta Djakarta, perusahaan yang memproduksi bir.

Meski belum resmi melepas, ini menjadi penegasan bahwa Pemprov DKI tidak mau lagi berinvestasi pada industri ini. Akhirnya keputusan untuk melepas saham itu bulat setelah sebelumnya dilakukan kajian-kajian terlebih dahulu.

"Hari ini, tepat tadi sebelum memasuki 1 Ramadhan, kita mengakhiri lebih dari 45 tahun kepemilikan Pemprov DKI di PT Delta Djakarta," kata Sandi, seraya menambahkan, pihaknya menjamin proses pelepasan saham ini akan transparan.

Salah satu yang menjadi alasan adalah mitra Pemprov DKI yang juga punya saham di perusahaan itu ingin ekspansi. Namun, posisi Pemprov DKI yang tidak ingin menambah investasi di PT Delta Djakarta membuat mereka tidak bisa berkembang.

"Jadi karena mereka ingin berkembang, mereka tentunya harus juga mendapatkan opsi untuk bisa menambah modal dan ini bisa difasilitasi dengan keputusan kita untuk melepaskan saham ini," ujar Sandi.

Namun sebaliknya, DPRD DKI menyayangkan rencana Anies-Sandi ingin melepas saham PT Delta Djakarta. Meski keputusan Anies-Sandi sudah bulat untuk melepas saham PT Delta Djakarta, tapi tetap belum bisa terlaksana tanpa persetujuan DPRD DKI.

"Ini prosesnya nanti perlu persetujuan DPRD. Kami kirimkan suratnya ke sana dan nanti kita jalani proses formalnya," ujar Anies.

Dewan merasa keberatan jika  saham PT Delta dilepas. Karena dividen dari perusahaan minuman itu dinilai besarnya signifikan. Jika dibanding dengan total PAD Pemprov DKI. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More