Outlet Tidak Dibatasi Registrasi Kartu Prabayar

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 23:00 WIB Humaniora
Outlet Tidak Dibatasi Registrasi Kartu Prabayar

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

DENGAN rampungnya rekonsiliasi pelanggan kartu seluler prabayar melalui registrasi ulang, kini registrasi kartu berjalan seperti biasa sebagai registrasi baru. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo yang juga Ketua BRTI, Ahmad Ramli mengatakan selanjutnya, pihak operator dapat melakukan proses registrasi sesuai ketentuan baru pemerintah.

Hal itu dapat dilakukan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dapat berupa e-license atau kontrak elektronik. Saat ini, operator seluler diminta melaksanakan registrasi sesuai dengan kesepakatan bersama sejumlah instansi ada 14 Mei lalu.

"Hasil kesepakatan menyebutkan bahwa outlet bisa melakukan registrasi nomor ke-4 (empat) dan seterusnya tanpa adanya pembatasan jumlah nomor per pelanggan," kata Ahmad Ramli melalui keterangan resmi, Rabu (16/5).

Pada pertemuan di Kementerian Sekretariat Negara itu, Kemenkominfo, BRTI, Ditjen Dukcapil, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Sekretariat Negara, ATSI, Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) serta perwakilan operator seluler telah menyepakati sejumlah poin.

“Saya meminta operator seluler segera menindaklanjuti kesepakatan dimaksud. Seluruh proses pemberian wewenang ini diberi tenggat waktu harus sudah dilaksanakan paling lambat 21 Juni mendatang," imbuhnya.

Selain itu, sistem operator juga diminta harus dapat mengidentifikasi gerai atau outlet yang melakukan registrasi terhadap setiap nomor pelanggan. Sehingga apabila terjadi hal-hal tertentu terhadap suatu nomor pelanggan maka dapat teridentifikasi gerai atau outlet yang melakukan registrasi.

“Seluruh operator siap melaksanakan kesepakatan yang dilakukan di Kementerian Setneg untuk memberikan wewenang kepada outlet untuk melakukan registrasi nomor ke-4 dan seterusnya sesuai kesepakatan dengan KNCI,” ujar ketua ATSI Merza Fachys. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More