1958: F-104 Starfi ghter Mencapai Rekor Dunia

Penulis: History | BBC | Dok.MI Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 06:30 WIB Humaniora
 1958: F-104 Starfi ghter Mencapai Rekor Dunia

WIKIPEDIA

LOCKHEED F-104 Starfighter ialah pesawat penyalip supersonik performa tinggi dengan kecepatan yang juga tinggi dan dirancang pada 1954. Pesawat jenis itu biasa digunakan sebagai pesawat pengebom berkecepatan tinggi di Eropa sejak 1960-an hingga 1980-an. Pada 18 Mei 1958, pesawat F-104 Starfighter pernah menciptakan rekor dunia baru dengan kecepatan 2.259,82 km/jam.

Beberapa negara menjuluki Starfighter dengan beberapa nama berbeda. Di Amerika Serikat, misalnya, pesawat tersebut dijuluki zipper atau 'Zip-104' (merujuk kepada kecepatan pesawat yang tinggi), Jepang menjulukinya eiko yang berarti 'keagungan', Jerman memberikan julukan witwenmacher (yang dalam bahasa Inggris dibaca 'widowmaker'), fliegender Sarg yang berarti 'peti mayat terbang', atau erdnagel, dan Pakistan memberinya nama badmash yang berarti 'perusuh'.

Sejumlah 2.578 pesawat jenis F-104 dibuat Lockheed Corporation, yaitu perusahaan kedirgantaraan Amerika Serikat yang didirikan pada 1912 dan pada awalnya bernama Loughead Aircraft Manufacturing Company. Pada 1995, perusahaan itu merger dengan Martin Marietta dan membentuk Lockheed Martin.

Varian pesawat tersebut dibuat di bawah lisensi beberapa produksi asing. Beberapa varian, di antaranya F-104G, RF-104G, TF-104G, F-104J, F-104N, F-104S, dan 14 varian lain yang berbeda.

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More