Asian Games, Pengamanan 6 Objek Vital Diperketat

Penulis: Budi Ernanto Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 21:42 WIB Olahraga
Asian Games, Pengamanan 6 Objek Vital Diperketat

MI/DWI APRIANI

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan ada enam objek vital yang akan diperketat keamanannya selama Asian Games 2018. Secara umum, keenam objek tersebut adalah berupa arena dan nonarena sampai hingga terhadap tamu delegasi 45 negara peserta.

“Kami sudah berkordinasi dengan TNI juga Polri untuk mengankan enam objek vital tersebut. Konsen kami adalah tamu VVIP, venue dan non venue, wisma atlet, transportasi, dan lainnya itu semua sudah dikoordinasikan,” kata Puan usai rapat bersama pihak terkait Asian Games di Jakarta, Kamis (17/5).

Puan menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Deputi IV panitia penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) yang membidangi keamanan. Koordinasi itu untuk memastikan kerja sama dengan Polri dan TNI untuk pengamanan saat ajang empat tahunan itu berlangsung pada Agustus mendatang.

“Kami sudah sepakat dan berkomitmen untuk menyukseskan Asian Games sesuai tanggung jawab masing-masing. Koordinasi di antara semuanya harus terjalin dalam melakukan mitigasi dan antisipasi kemanan agar bisa sesuai dengan target 10 besar Asia,” ungkap Puan.

Wakil Ketua Inasgoc Syafrie Syamsuddin menyatakan, target pengamanan Asian Games menggunakan sesuai standar internasional. "Sasaran kami keamanan ada di venue, akomodasi dan tempat-tempat non venue. Kemudian juga ada kemananan transportasi dan traffic, keamanan IT, keamanan berkaitan dengan kegiatan pawai obor,” ucap dia.

Tidak sekadar melibatkan TNI dan Polri, dia menambahkan, Inasgoc juga berkordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). "Ketiga instansi tersebut sudah tergabung dalam satu manajemen operasional kami. Jadi kedepan kordinasi akan lebih intens terlebih saat Asian Games,” papar dia. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More