TNI AL Tangkap Dua Kapal Asing Penyeludup 5.000 Ton Beras

Penulis: Golda Eksa Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 21:35 WIB Politik dan Hukum
TNI AL Tangkap Dua Kapal Asing Penyeludup 5.000 Ton Beras

Dok Armabar

TIM gabungan western fleet quick response (WFQR) Pangkalan Utama TNI AL IV/Tanjung Pinang dan Pangkalan TNI AL Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 5.000 beras di Perairan Teluk Sebong, Bintan, Kepulauan Riau.

Bahan pokok tersebut dibawa menggunakan dua kapal kargo asing, MV Alkar Trust dan MV Kar Trust. Kapal yang bergerak dari Madagaskar itu melakukan pelayaran yang menyimpang dari rute pelayaran port clearance. Bahkan, selama perjalanan pun mereka mematikan perangkat sistem pelacakan otomatis atau automatic identification system (AIS).

Panglima Komando Armada I Laksamana Muda Yudo Margono menyampaikan hal itu seusai meninjau kedua kapal tersebut, Kamis (17/5). Menurut dia, tim WFQR menangkap kedua kapal pada koordinat 01° 12' 791" N - 104° 15' 297" E, pekan lalu.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia dari Dinas Penerangan Koarmada I, Yudo menjelaskan kedua kapal yang masuk ke wilayah perairan Indonesia, itu terbukti tidak dilengkapi dengan legalitas Penunjukan Keagenan Kapal Asing (PKKA), serta melakukan lego jangkar di luar lay out lego jangkar yang ada. Titik koordinat lego jangkar itu justru ditentukan oleh pihak perusahaan.

"Selain mematikan AIS, kedua kapal juga melakukan kegiatan ship to ship (STS) tanpa izin syahbandar dalam kegiatan transfer muatan di tengah laut dan bukan di pelabuhan resmi. Ketiga pelanggaran tersebut merupakan tindak pidana pelayaran," ujar Yudo.

Menurut dia, kedua kapal itu juga sempat melaksanakan kegiatan fumigasi tanpa izin dari pihak karantina. Kuat dugaan adanya campur tangan oknum dari instansi tertentu yang mengizinkan kedua kapal tersebut untuk melaksanakan kegiatan STS.

"Dan pelanggaran yang terakhir adalah melakukan tindak pidana keimigrasian. Saat ini kedua kapal lego jangkar diperairan Tanjung Sengkuang di bawah pengawasan dan penjagaan ketat Lanal Batam dalam rangka penyelidikan lebih lanjut."

Lebih jauh, terang dia, perkembangan hasil pemeriksaan diketahui bahwa pengecekan urine para ABK negatif dan tidak ditemukan adanya narkoba. Sedangkan hasil pengecekan terhadap muatan beras juga tidak ditemukan adanya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sehingga aman dikonsumsi. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More