Densus 88 Geledah Tiga Rumah Terduga Teroris di Malang

Penulis: Bagus Suryo Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 21:15 WIB Nusantara
Densus 88 Geledah Tiga Rumah Terduga Teroris di Malang

MI/Bagus

TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah rumah terduga teroris berinisial HS dan W, di Perumahan Batara, Dusun Karangwaru, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (17/5).

Petugas bersenjata lengkap mendatangi perumahan dan langsung mendobrak pintu depan rumah yang terkunci mikik HS. Setelah pintu berhasil dibuka, sekitar empat petugas memasuki rumah untuk penggeledahan.

Petugas juga menggeledah rumah terduga teroris lainnya, W (Wawan), adik dari HS, dan satu rumah milik warga Surabaya, di komplek perumahan itu. 

HS dan W dikabarkan tewas usai ditembak mati petugas dalam operasi penyergapan terduga teroris di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (16/5) malam.

Mobil Jatanras dan sejumlah Brimob bersenjata laras panjang berjaga di gang masuk menuju perumahan maupun sekitar rumah terduga teroris itu.

Kepala Kepolisian Resor Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Yade Setiawan Ujung membenarkan penggeledahan rumah terduga teroris yang ditangkap di Sidoarjo. "Ya itu yang ditangkap di Sidoarjo kemarin. Cuma geledah rumahnya," tegas Kapolres kepada Media Indonesia.

Menurut warga sekitar perumahan itu, HS (Hari Sudarmanto) adalah mantan Ketua RT 1 RW 10 di perumahan itu. Kesehariannya terlihat biasa saja. 

Di rumah yang sekarang digeledah Densus 88 tersebut ditinggali HS bersama istri dan empat anaknya.

"Tiga hari lalu masih terlihat beraktivitas di rumah. Sejak setelah peristiwa ledakan di Surabaya dan Sidoarjo, dia mulai mengenakan masker," tegas warga setempat, Usman.(A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More