Kemkominfo: Adukan Akun atau Konten Radikal dan Intoleran di Medsos

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 20:32 WIB Humaniora
Kemkominfo: Adukan Akun atau Konten Radikal dan Intoleran di Medsos

thinkstock

TENAGA Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Donny Budi Utoyo mengatakan pihaknya mendorong masyarakat untuk mengadu kepada Kemkominfo jika menemukan konten atau akun media sosial yang bermuatan radikalisme, terorisme, ataupun intoleransi.

"Kami melakukan literasi digital, cara untuk menghindari paham radikal di media sosial. Selain itu ada juga konten sehat dan kontra narasi,” ucap Donny.

Dia menuturkan ada 143 juta pengguna media sosial di Indonesia. Besarnya pengguna membuat media sosial itu dapat disalahgunakan sebagai alat untuk menyebarkan virus radikalisme dan terorisme.

Guna mencegah penyalahgunaan media sosial, Kemkominfo telah melakukan literasi kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Masyarakat didorong untuk menggunakan platform media sosial milik mereka secara baik, sehat dan positif.

Namun, apabila upaya itu tidak berhasil, harus dialakukan tindakan tegas berupa pemblokiran. Donny memaparkan sejak pertama kali terjadi bom di tiga gereja di Surabaya, sebanyak 1.285 akun media sosial sudah diblokir.

"Dan itu hanya dalam waktu 3-4 hari. Sesungguhnya, proses yang sudah dilakukan oleh kami jauh-jauh hari? terus menerus dan saat kejadian lebih diintensifkan," ujarnya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More