Jefferson Farfan Bintang yang masih Tersisa

Penulis: (FIFA /Sat/R-1) Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 00:30 WIB Sepak Bola
Jefferson Farfan Bintang yang masih Tersisa

AFP PHOTO / ERNESTO BENAVIDES

KEHADIRAN pelatih Ricardo Gareca membuat revolusi besar-besaran di timnas Peru terjadi. Ia mengganti hampir 80% skuat yang telah berumur dengan pemain-pemain yang lebih muda, semisal gelandang 22 tahun Renato Tapia.

Namun, terdapat satu nama terakhir dari era sebelumnya yang mungkin akan tetap disertakan Gareca di Piala Dunia 2018. Orang itu ialah Jefferson Farfan.  Farfan akan menjadi nama pemain senior yang tersisa di timnas Peru bersama Claudio Pizarro dan Paolo Guerrero. Namun, status Pizarro dan Guerrero masih tanda tanya. Pizarro saat ini telah berusia 39 tahun, sedangkan Guerrero tengah dihadapkan pada skandal doping.

Bakat Farfan sudah menarik perhatian banyak orang ketika ia masih berusia 14 tahun. Saat itu ia merupakan salah satu pemain terbaik di akademi Deportivo Municipal.  Namun, karier Farfan tidak mudah karena ia hanya dibesarkan oleh ibunya, Patricia Guadalupe. Sang ayah meninggalkan keluarga ketika Jefferson masih sangat muda.

"Dia (Patricia) hal terbesar yang Tuhan berikan kepadaku. Ibuku segalanya. Dia telah menjadi ibu dan ayah bagiku. Saya anak tunggal. Saya tidak memiliki kata-kata untuk mengatakan betapa saya mencintai ibu saya," kata Farfan.

Pesepak bola kelahiran Lima ini membayar segala pengorbanan ibunya dengan sukses menembus sepak bola Eropa. Farfan direkrut klub Belanda PSV Eindhoven saat genap berusia 20 tahun. Bakat Farfan ditangkap pelatih PSV kala itu, Guus Hiddink, dan menyebutnya sebagai bakat terbaik yang pernah dimiliki Peru.

"Dia merupakan sangat pintar dalam pertarungan satu lawan satu, punya kekuatan fisik yang luar biasa. Saya masih ingat bahwa dia pemain yang terus meledak dan hanya beberapa saja yang memiliki kualitas yang sama," kata pelatih kenamaan asal Belanda ini.

Farfan mencapai puncak kariernya di PSV dan Schalke 04 dengan mencetak 96 gol dalam 288 pertandingan. Namun, cedera mengganggu kualitas Farfan karena dampak kemampuan hebatnya. Farfan merupakan pemain lincah dengan fisik yang kuat. Hal ini membuat ototnya seringkali bermasalah.

Kariernya sempat meredup bersama klub Uni Emirate Arab Al Jazira, tapi keputusannya hijrah ke Lokomotiv Moskow kembali membuatnya performanya naik. Farfan menjadi pemain utama di klub asal Rusia dengan mencetak 10 gol dalam 22 pertandingan musim ini. (FIFA /Sat/R-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More