Korut Ancam Batal Bertemu, Trump: Kita Lihat Saja Nanti

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 18:48 WIB Internasional
Korut Ancam Batal Bertemu, Trump: Kita Lihat Saja Nanti

AFP PHOTO / Jim WATSON

KOREA Utara mengancam menarik diri dari pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump akibat adanya 'tuntutan satu sisi'. Tuntutan itu adalah bahwa pihak Korut harus menyerahkan senjata nuklirnya. Namun, Trump mengatakan dirinya belum diberitahu bahwa pembicaraan itu dipaksakan.

"Kami belum diberitahu sama sekali bahwa Korea Utara telah membatalkan pertemuan," tambah Trump.

Donald Trump masih siap untuk bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, pada pertemuan puncak bulan depan, meskipun ada pernyataan dari Pyongyang bahwa mereka tidak tertarik untuk membahas tuntutan satu sisi. Demikian kata pihak Gedung Putih pada Rabu (16/5).

Saat ditanya apakah KTT, yang direncanakan 12 Juni di Singapura itu masih berlangsung, Trump mengatakan kepada wartawan: "Kita lihat apa yang terjadi."

Trump mengatakan dia akan bersikeras pada tuntutan denuklirisasi saat pertemuan puncak dengan Kim. Namun, kata denuklirisasi itu ambigu.

Korea Utara menggambarkan denuklirisasi itu sebagai proses jangka panjang di mana semua negara dengan kekuatan senjata nuklir pada akhirnya akan melucuti senjatanya.

Sementara para pejabat administrasi Trump telah menafsirkannya sebagai pembongkaran dan penghentian pengembangan senjata nuklir Korea Utara dan program rudal jarak jauh.

Ketidakjelasan itu, yang memungkinkan rencana untuk melangsungkan pertemuan puncak pertama antara Presiden AS yang menjabat dan Pemimpin Korea Utara, tampaknya makin buram.

Korea Utara sebelumnya telah ragu untum hadir di Singapura sebagai akibat digelarnya latihan gabungan oleh pasukan AS dan Korea Selatan. Pyongyang mengatakan latihan itu melibatkan pesawat tempur B-52 dan F-22. Keduanya mampu membawa bom nuklir.

Korut berpendapat itu mewakili isyarat permusuhan yang melanggar perjanjian April antara para pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan. Sedangkan Pentagon mengatakan pada hari Rabu bahwa tidak pernah ada rencana untuk memasukkan pembom B-52 dalam latihan perang Max Thunder. Hanya pesawat tempur F-22 yang telah ambil bagian. (Guardian/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More