Kemenag Harap Katib, Da'i, Mubalig Sampaikan Ajaran Islam yang Lembut

Penulis: Agus Utantoro Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 16:56 WIB Nusantara
Kemenag Harap Katib, Da

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

KANTOR Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta meminta kepada para da'i dan penceramah lebih mengedepankan ceramah yang menyejukkan, lembut, dan menenangkan saat memberikan tausiah.

"Harapan  kepada para katib, da'i, atau mubalig, mohon sampaikanlah  ajaran Islam yang lembut karena melalui kelembutan itulah sesungguhnya akan banyak orang bersimpati terhadap penanaman  nilai agama itu," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) DIY Lutfi Hamid saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/5).

Dia menjelaskan, pesan-pesan tersebut antara lain berupa ajaran-ajaran yang menegaskan Islam adalah agama yang damai dan memberikan toleransi yang luas. "Karena pada dasarnya Islam adalah ummatan wasathan (umat yang adil dan pilihan), umat yang tidak condong ke kiri dan tidak pula condong ke kanan," katanya.

Para penceramah, ujarnya, memiliki peran penting dalam penanaman nilai-nilai Islam yang benar. Mereka juga sekaligus dapat berperan memperkuat penanaman ideologi Pancasila serta kewarganegaran masyarakat serta mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan.

Luthfi mengingatkan, karena kehadiran Rasulullah ke dunia ini untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Ia menegaskan lagi, tipisnya kesadaran kewarganegaraan dan nasionalisme masyarakat, menurut dia, juga memberikan ruang bagi masuknya paham-paham radikal.

Aksi teror bom di Surabaya, Jawa Timur, yang melibatkan tiga keluarga sebagai pelaku, menurut dia, merupakan salah satu dampak lemahnya penanamam nilai kewarganegaraan, selain pemahaman agama yang keliru. "Terus terang selama  ini kita kehilangan sentuhan kesadaran atas rasa kewarganegaraan itu," kata Lutfi.

Selama Ramadan, ia juga berharap para penceramah tidak menyajikan muatan-muatan yang provokatif dengan menghindari berbagai ujaran kebencian.  "Kami berharap tidak ada provokasi dengan membangun rasa tidak suka dengan pemerintah, atau memprovokasi masyarakat untuk tidak mendukung partisipasi pembangunan," jelasnya. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More