Polisi Jaga Ketat Sidang Tuntutan Aman Abdurrahman Besok

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 16:50 WIB Megapolitan
Polisi Jaga Ketat Sidang Tuntutan Aman Abdurrahman Besok

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

SIDANG pembacaan tuntutan terhadap terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman akan mendapatkan penjagaan ketat. Polisi menyiapkan pengawalan khusus di sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (18/5) besok.

"Akan ada penjagaan khusus, kami juga melibatkan anggota Brimob Polda Metro Jaya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, Kamis (17/5).

Ia belum bisa menjelaskan berapa personel yang diturunkan. Namun, ia menyebut prosedur pengamanan nantinya tidak akan jauh berbeda seperti pada persidangan pada umumnya. Hanya saja, sebelum dimulai akan ada sterilisasi.

"Kami optimalkan saja. Setiap pengunjung yang menyaksikan sidang akan digeledah barang-barangnya," kata Indra.

Personel bersenjata lengkap juga akan menjaga di sekitar lingkungan pengadilan. "(Personel bersenjata lengkap) hanya di luar aja. Tapi saya perintahkan jangan segan-segan lakukan tindakan tegas terukur," jelas Indra

Aman Abdurrahman alias Oman disebut sebagai salah satu orang yang terlibat dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. Ia pertama kali menjalani sidang pada Kamis, 15 Februari 2018.

Aman didakwa menjadi otak sejumlah serangan teroris di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kampung Melayu dan Sarinah Thamrin, Jakarta, hingga Bom Gereja Samarinda. Ia ditahan di Rumah Tahanan Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Nama Aman bahkan sempat disebut-sebut para napi terorisme yang membuat kerusuhan di Mako Brimob, Depok, beberapa waktu lalu. Mereka minta bertemu pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More