Awal Ramadan, Harga Ayam Naik Signifikan

Penulis: Syahrul Karim Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 16:45 WIB Nusantara
Awal Ramadan, Harga Ayam Naik Signifikan

MI/Bary Fathahilah

MEMASUKI bulan Ramadan harga sejumlah komoditas naik drastis. Harga ayam paling mengalami lonjakan hingga Rp50 ribu per ekor, padahal biasanya dijual hanya Rp35 ribu per ekor. 

Telur juga naik, rata rata kenaikan Rp200 per butir. Lainya adalah daging sapi yang naik mencapai Rp125 ribu per kg, sebelumnya hanya Rp120 ribu per kg

"Harga ayam naik karena pasokkannya kurang. Harga telur ayam juga ikutan melonjak tajam. Harga satu piring isi 30 butir yang biasanya Rp38 ribu menjadi Rp 50ribu. Per butir ukuran kecil kini dijual Rp1.500 hingga Rp1.700 per butir," ujar Rudi, pedagang di Pasar Klandasan, Kamis (17/5).

Hal yang sama terjadi di Pasar Balikpapan Permai, selain komoditas ayam dan telur, ikan juga mengalami lonjakan harga. Kenaikan rata rata Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per kg.

"Memang ikan tidak ada pasokan. Mungkin karena hari pertama puasa. Biasanya normal empat hari kedepan,"ujar Minarti, pedagang d Pasar Balikpapan Permai

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pangan Strategis Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Adi mengakui, sejumlah harga di Pasar tradisional memang mengalami kenaikkan memasuki bulan puasa.

"Ayam dan telur memang ada kenaikan. Ayam ukuran besar 2 kg dijual Rp60 ribu biasa hanya Rp50 ribu,� ujarnya.

Sementara itu, peternak ayam di Kaltim kini wajib waspada. Pasalnya, dalam dua minggu terakhir, penyakit IBH (inklusi body hepatitis) menyerang ayam di Kaltim.

"Dia bisa mengkerdilkan ayam bisa juga menyebabkan kematian, bisa sampai 10 persenlah kematiannya," ujar kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan Yosmianto.

Menurutnya, penyakit menyebabkan kenaikkan harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional. Selain juga karna harga pakan yang naik akibat dolar naik. 

"Naik harga karena pasokannya berkurang, salah satunya ada penyakit ini, selain harga pakan yang ikut dolar naik," ujarnya. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More