Densus 88 Antiteror Tangkap 23 Orang

Penulis: Faishol Taselan Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 16:35 WIB Nusantara
Densus 88 Antiteror Tangkap 23 Orang

ANTARA

TIM Densus 88 Antiteror telah mengambil tindakan terhadap 23 orang  terduga teroris di sejumlah daerah di Jatim dalam beberapa har ini.

"Dari 23 orang itu, empat orang ditembak mati dan satu orang  menyerahkan diri," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di  Surabaya, Kamis (17/5).
      
Sejak peristiwa bom di Gereja dan di depan Mapolrestabes Surabaya, Tim  Densus 88 memburu jaringan yang terlibat dalam peristiwa itu. Hasil dalam perburuan itu meringkus 23 orang. Namun, empat di antaranya  tewas karena melawan dan satu menyerahkan diri.

Mereka ditangkap di sejumlah daerah di Jawa Timur, Surabaya, Sidoarjo,  Pasuruan, Malang, dan Probolinggo.
  
"Petugas terus mengembangkan sesuai dengan hasil penyelidikan, begitu  ada data masuk langsung dilakukan penindakan," katanya. 

Karena itu, Kapolda mengimbau kepada jaringan atau sel-sel yang lain  juga turut menyerahkan diri. "Karena sampai saat ini tim masih bekerja, menyisir wilayah yang diduga  menjadi tempat persembunyian terduga teroris," ujarnya.
       
Sementara itu, Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah Ilham  Fauzan terduga teroris yang sudah ditangkap, di Jalan Abdul Wahab Siamin nomor 15 Surabaya.
      
Pengeledahan dilakukan untuk menemukan bukti keterlibatan Fauzan dalam  jaringan teroris.(A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More