Izin Bupati Minahasa Selatan Ganjal Investasi

Penulis: Voucke Lontaan Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 16:10 WIB Nusantara
Izin Bupati Minahasa Selatan Ganjal Investasi

ist

INVESTASI dibidang perikanan dan kelistrikan bernilai ratusan miliar rupiah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), terganjal izin bupati setempat. Akibatnya, sejumlah pengusaha di bidang usaha tersebut kecewa dan merasa dirugikan.

"Sudah hampir dua tahun bolak balik Jakarta-Amurang (Minsel), kami investor sulit mendapat izin dari pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Investasi kami di bidang kelistrikan biomas berkekuatan 15 megawatt senilai US$20 juta atau berkisat Rp280 miliar," jelas Linda Saco dari PT Ria Prima Sejahtera Lestari di Manado, Kamis (17/5). 

Menurutnya, proses perizinan di pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, hingga kini terkatung-katung. Padahal, seluruh izin dari BKPM Pusat dan BKPMD Provinsi Sulawesi Utara mengurusannya berjalan mulus. Begitu juga dengan izin Amdal pengurusannya tidak berbelit-belit.

"Tapi, entah kenapa semua perizinan kami di Kabupaten Minahasa Selatan, bupati belum mengeluarkan. Tidak sedikit biaya yang sudah kami keluarkan untuk mendapatkan izin Bupati Minahasa Selatan," tegas Linda.

Hal yang sama dialami PT Celebs New Hope, perusahaan berinvestasi di bidang perikanan bernilai Rp100 miliar membuat tambak udang di Desa Bajo, Kecamatan Tatapaan, Minahasa Selatan. "Saya kok heran kami mau investasi, tetapi pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan enggan memberikan rekomendasi, padahal  semua izin investasi dari BKPM Pusat dan Pemerintah Provinsi sudah ada,' kata Humas PT Celebes New Hope, Kurniawan Rumansi.

Menurutnya,sebagian modal investasi pemeliharaan, pembesaran dan pemanenan udang laut berasal pinjaman luar negeri. Peralatan perusahaan seperti motor kincir, pipa dan mesin pompa sebanyak 7 kontainer tertahan di pelabuhan Bitung, karena belum terbitnya izin dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 

"Sudah banyak biaya yang kami keluarkan. Investasi ini juga akan menyerap ratusan tenagakerja local, termasuk nelayan. Memang sangat ironi dengan pernyataan Bupati Minahasa Selatan, Christiany Paruntu sering ke luar daerah keluar negeri mencari investor. Sekarang investor sudah di depan mata tapi proses perizinan dipersulit," tandas Kurniawan. 

Sementara itu, Bupati Kabupaten Minahasa Selatan, Christiany Paruntu, saat dikonfirmasi menepis tudingan menghambat investasi. "Kami mendukung investor, siapa bilang (katakan) menghambat. Sekarang kan semua izin sudah lewat di kantor pelayanansatu atap. Informasi itu tidak benar fitnah dari PT Celebes dan PT Ria," tegasnya.

Christiany yang akrap disapa Tetty menambahkan, mungkin mereka itu sudah melanggar aturan sampai tidak diberi rekomendasi. "Buktinya perusahaan atau investor lain gampang kok, karena sesuai aturan," tandasnya. (A-5) 

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More