Pendapatan Jasa Kurir Pos Malang Tumbuh 36%

Penulis: Bagus Suryo Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 15:25 WIB Nusantara
Pendapatan Jasa Kurir Pos Malang Tumbuh 36%

Ist

KANTOR Pos Besar Malang, Jawa Timur, mengandalkan jasa kurir guna mendongkrak pendapatan yang pada periode Januari-Mei 2018 sudah tumbuh 36% ketimbang periode sama tahun lalu.

Kepala Kantor Pos Besar Malang, Agus Aribowo kepada Media Indonesia, Kamis (17/5), mengatakan selama Ramadan dan Lebaran 2018, berusaha terus memacu pendapatan secara optimal hingga menyentuh target pertumbuhan 70%. Caranya dengan menambah sumber daya manusia (SDM) penjemputan atau disebut pasukan pikep.

Sejauh ini, lanjutnya, volume paket atau pengiriman barang mencapai sekitar 150 ribu untuk semua item. Volume itu diperkirakan terus meningkat selama Ramadan hingga Lebaran.

Agus menjelaskan memperkuat SDM menjadi solusi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan kompetitor swasta. Selain itu juga untuk meningkatkan pelayanan.

"Jasa kurir tahun ini menyumbang kontribusi cukup signifikan terhadap pendapatan. Selama periode Januari-Mei 2018 tumbuh mencapai 36% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu," tegasnya.

Pertumbuhan itu seiring dengan keberadaan bisnis online atau e-comerce di Malang yang terus berkembang. Karenanya penambahan tenaga yang berusia muda, produktif dan mampu bergerak cepat, sangatlah dibutuhkan.

Selama Ramadan hingga Lebaran tahun ini, jumlah SDM kurir yang disiapkan sebanyak 96 orang. Jumlah itu masih ditambah tenaga yang disebut voorijder atau pasukan pikep sebanyak 45 orang.

Mereka siap menjemput komsumen sekaligus mengantarkan paket dengan wilayah tugas Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu. "45 orang ini dibekali peralatan untuk menjemput kiriman," ujarnya.

Sehingga konsumen yang menggunakan layanan paket pos di gadget, hanya tinggal menyerahkan resi firtual saat didatangi oleh petugas. Transaksi pun bisa dilakukan di penjemputan.(A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More