Tumbuh Signifikan, Pelaksanaan APBN 2018 Terjaga

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 15:15 WIB Ekonomi
Tumbuh Signifikan, Pelaksanaan APBN 2018 Terjaga

Ilustrasi

PEMERINTAH berupaya menjaga keseimbangan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 agar ekonomi nasional bertumbuh lebih baik. Berbagai indikator pun menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan.

"Secara keseluruhan, pelaksanaan APBN Kita sampai 30 April 2018 mengalami perbaikan signifikan baik dari sisi pendapatan, belanja maupun pembiayaan. Dari sisi persentase dan nominal, pencapaian hingga April lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun 2017 lalu," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers terkait perkembangan APBN, Kamis (17/5).

Ani, sapaan akrabnya, menekankan fundamental ekonomi nasional tergolong kuat. Tercermin dari realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2018 mencapai 5,06 persen atau lebih tinggi dari triwulan I 2017. 
Berikut tingkat inflasi yang terkendali di level 3,4 persen hingga akhir April 2018 (year on year/yoy). 

Indikator makro lain yang menyokong optimalisasi APBN ialah realisasi tingkat suku bunga SPN 43 bulan sebesar 4,1 persen, nilai tukar di kisaran Rp13.631 per dolar  Amerika Serikat (AS), serta realisasi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$ 64,1 per barel. 

Adapun realisasi lifting minyak sedikit di bawah asumsi makro yakni, 750,3 ribu barel per hari (bph) dan realisasi lifting gas sekitar 1.155,9 ribu barel setara minyak per hari (bsmph). 

Menurutnya, capaian sejumlah indikator makro dipengaruhi berbagai gejolak yang terjadi. Seperti volatilitas sektor keuangan imbas perubahan kebijakan AS mencakup potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS (The Federal Reserve), ancaman perang dagang AS-Tiongkok yang menimbulkan sentimen negatif di ranah perdagangan global, hingga melambungnya harga minyak dunia pengaruh risiko geopolitik dan kenaikan permintaan (demand).

"Kami tetap memonitor secara hati-hati seluruh perkembangan indikator ekonomi. Termasuk nilai tukar, suku bunga acuan, harga komoditas terkait migas dan berbagai komoditas yang merupakan bagian produksi kegiatan ekonomi yang cukup penting," imbuh Bendahara Negara itu.

Lebih lanjut dia memaparakan realisasi pendapatan negara per 30 April 2018 sebesar Rp527,82 triliun atau 27,86 persen dari target APBN 2018 Rp1.894,72 triliun. Selanjutnya, realisasi belanja negara tercatat Rp582,94 triliun atau 26,25 persen dari target APBN 2018 sebesar Rp2.220,66 triliun. 

Sedangkan pembiayaan anggaran hingga akhir April 2018 mencapai Rp188,71 triliun atau 57,9 persen dari target. Adapun keseimbagan primer sebesar Rp24,19 triliun atau 26,25 persen dari target APBN 2018. 

Dalam hal ini, Sri menyoroti defisit anggaran yang terjaga di level Rp55,12 triliun atau 16,91 persen dari proyeksi APBN 2018 Rp325,94 triliun atau 2,19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan realisasi berbagai indikator, pemerintah dikatakannya optimistis tren defisit anggaran berjalan rendah dari batas maksimum 3 persen dari APBN sebagaimana ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

"Kami yakin defisit anggaran bisa tetap terjaga di kisaran 2 persen. Dalam UU APBN 2018 defisit anggaran dipatok 2,19 persen dari APBN 2018," tukasnya.(A-5)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More