Kalsel-Kalteng Bangun Tol Sungai

Penulis: Denny Susanto Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 15:00 WIB Nusantara
Kalsel-Kalteng Bangun Tol Sungai

Ilustrasi

DUA provinsi di Kalimantan masing-masing Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akan membangun tol sungai guna mendukung program nasional tol laut serta memperlancar arus distribusi barang dan peningkatan ekonomi daerah.

Direktur Utama PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) Syaiful Adhar, Kamis (18/5) mengatakan pihaknya sedang membidik bisnis pengelolaan alur sungai di dua provinsi di Kalimantan. "Tahun ini juga akan ada kerja sama dengan sejumlah daerah terkait pembangunan tol sungai," ungkapnya.

PT Ambapers yang merupakan perusahaan pengelola alur Sungai Barito lebih dari satu dekade ini nantinya akan melakukan pengerukan dan pengelolaan alur sungai di sejumlah daerah seperti Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah juga Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tanah Bumbu, serta Kabupaten Tanah Laut di Kalimantan Selatan.

Ditegaskannya pembangunan tol sungai dilihat dari sisi bisnis sangat prospektif. Di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, misalnya PT Ambapers akan menggarap alur, kerjasama bisnis pelabuhan, dan pengembangan kawasan industri.

Pembangunan tol sungai ini mendapat dukungan dari asosiasi perusahaan perkapalan Indonesia National Shipowners Association (INSA) Banjarmasin. Ketua DPC INSA Banjarmasin, Mochamad Nurdin mengatakan INSA mulai fokus mengembangkan bisnis angkutan transportasi tol sungai untuk mendukung operasional kapal di Sungai Barito. INSA disebut mesti menggarap tol sungai karena wilayah Kalsel-Kalteng banyak  sungai sungai besar.

Keberadaan tol sungai berfungsi menopang kelancaran lalulintas kapal dan tol laut demi memudahkan pendistribusian komoditas.

"Tol sungai dibangun agar distribusi komoditas perekonomian di Kalsel-Kalteng tidak terkendala, tidak perlu menunggu air pasang lagi," kata Nurdin. 

Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto mengatakan pelaku bisnis pelayaran mesti berperan aktif mengembangkan ekonomi nasional, khususnya pelayaran di Tanah Air. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More