Wacana Bulog Simpan Gabah Bergulir

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 14:40 WIB Ekonomi
Wacana Bulog Simpan Gabah Bergulir

ANTARA

PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mewacanakan untuk mengubah sistem penyimpanan persediaan dari beras menjadi gabah.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Soetarto Alimoeso mengatakan ide tersebut bisa saja dilakukan. Pasalnya, skema penyimpanan dalam bentuk gabah memang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. 

"Logikanya menyimpan dalam bentuk gabah akan lebih fresh. Itu sudah dilakukan turun temurun dari nenek moyang dulu," ujar Soetarto di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Kamis (17/5).

Kendati demikian, ia mengatakan menyimpan gabah sama sulitnya dengan menyimpan beras. Pemerintah tetap memerlukan fasilitas dan kesiapan seperti alat pengering yang sempurna serta tempat yang juga lebih luas karena volume gabah akan lebih besar ketimbang beras.

"Kalau produksi kita banyak, arahnya memang pasti akan ke sana. Akan ada yang disimpan dalam bentuk gabah untuk jangka panjang dan beras untuk jangka pendek. Tetapi, kalau kita memiliki teknologi penyimpanan yang baik, beras pun bisa disimpan sampai satu tahun. Kualitasnya tidak berubah," terangnya. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More