Wiranto Berharap Para Da'i Muda Ikut Membantu Cegah Paham Radikalisme

Penulis: Golda Eksa Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 12:24 WIB Politik dan Hukum
Wiranto Berharap Para Da

ANTARA/Dhemas Reviyanto

FORUM Komunikasi Da'i Muda Indonesia (FKDMI) mengapresiasi upaya pemerintah dalam menangani pelbagai isu aktual seputar radikalisme dan terorisme di Tanah Air. FKDMI pun siap membantu pemerintah untuk mencegah berkembangnya paham sesat tersebut.

Hal itu diutarakan Ketua Umum Pengurus Pusat FKDMI Muhammad Nur Huda kepada wartawan seusai audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (17/5).

"Kita konsen terhadap hal-hal demikian. Sudah lama juga melakukan deradikalisasi dengan berbagai instansi dan kementerian, memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Sebagai da'i muda kita merasa terpanggil mengembangkan dan menjaga Bhinneka Indonesia," ujar Nur Huda.

Fokus FKDMI ialah menyadarkan dan mencegah masyarakat untuk tidak mengikuti paham-paham radikal. FKDMI pun bakal turun ke lapangan untuk melakukan penyuluhan dan pendampingan ke majelis-majelis taklim.

"Beliau (Wiranto) berpesan kepada kita untuk secara aktif terjun ke masyarakat, karena memang tindakan terorisme itu dikembangkan oleh kelompok masyarakat tertentu. Ini akan kita perkuat," ujarnya.

Ia menambahkan, awal Juni mendatang FKDMI juga akan menggelar rapat kerja nasional. Akan dikemas pula secara detail sejumlah program terkait upaya menangkal paham radikal yang nantinya disampaikan kepada masyarakat.

FKDMI mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan aksi terorisme yang belakangan terjadi di beberapa wilayah. Ia menegaskan, FKDMI bergerak di hulu dengan memberikan dakwah agar masyarakat bisa membangun kesadaran sebelum muncul aksi.

"Karena sekarang, kan yang tampak cuma di hilirnya. Makanya Menkopolhukam Wiranto tadi mendukung da'i muda terlibat memberikan pemahaman di tingkat masyarakat terkait kontra radikalisme ini. Kita terjun ke masyarakat bawah, berada di mimbar-mimbar, dan berada di pendampingan," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More