Tahun Depan, Industri Pangan Olahan dan Siap Saji Harus Cantumkan Kadar GGL

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 12:21 WIB Humaniora
Tahun Depan, Industri Pangan Olahan dan Siap Saji Harus Cantumkan Kadar GGL

ANTARA/Adwit B Pramono

INDUSTRI pangan olahan dan siap saji diwajibkan untuk mencantumkan label jumlah kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) serta pesan kesehatan sesuai dengan aturan Menteri Kesehatan Nomor 30/2013 tentang “Pencantuman Informasi Kandungan GGL Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji”. Kewajiban itu ditetapkan mulai 2019 mendatang.

Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Cut Putri Arinie mengatakan aturan tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen. Sehingga mereka dapat menghitung jumlah maksimal asupan gula, garam, lemak  yang sebaiknya dikonsumsi per hari.

"Industri pengolahan makanan dan gerai diminta untuk menyesuikan produkbya sesuai aturan Kementerian Kesehatan," ujar Cut.

Cut lebih lanjut menyampaikan meskipun dalam Permenkes tidak diatur adanya sanksi, namun pihak Kementerian Kesehatan mendorong agar pemangku kepentingan lain seperti Kementerian Perindustrian untuk menindaklanjuti aturan tersebut.

"Permenkes ini harus dipatuhi, bukan hanya himbauan. Kembali lagi harus melalui Kementerian Perindustrian," imbuh dia.

Dia menjelaskan di luar negeri aturan tersebut sudah dijalankan. Gerai-gerai makanan siap saji telah mencantumkan label kandungan GGL. Meskipun baru akan diwajibkan pada 2019, Cut menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) sudah mulai melakukan uji sampel terhadap makanan siap saji dan olahan. Sehingga pemilik gerai maupun produsen dapat tersosialisasi dengan baik mengenai aturan ini dan mengolah produk mereka dengan benar.

Dalam Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 yang kemudian diubah melalui Permenkes 63/2015 tentang tentang “Pencantuman Informasi Kandungan GGL Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji', yang harus dicantumkan berbunyi, “'konsumsi gula lebih dari 50 gram, natrium lebih dari 2.000 miligram, atau lemak total lebih dari 67 gram per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung”. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More