Mendikbud Luncurkan Gerakan Literasi Untuk Toleransi

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 11:49 WIB Humaniora
Mendikbud Luncurkan Gerakan Literasi Untuk Toleransi

ANTARA/Wahyu Putro A

BERTEPATAN dengan Hari Buku Nasional dan tepat 1 tahun donasi buku untuk masyarakat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meluncurkan Gerakan Literasi Untuk Toleransi di Kantor PT Pos Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (17/5). Dengan gerakan ini Muhadjir berharap agar masyarakat tidak mudah terpapar dengan pemahaman radikal.

"Pertama tentu saja ini gerakan yang sangat positif apalagi terkait dengan satu tahun gerakan pengiriman buku gratis oleh PT Pos Indonesia ke seluruh nusantara. Kita tentu berharap dengan buku yang dikirim masyarakat mendapat informasi nilai yang tepat terkait toleransi, hidup bersama dalam perbedaan," kata Muhadjir.

Maka itu ia berharap agar PT. Pos Indonesia juga memastikan betul buku-buku yang dikirim ke taman-taman baca di seluruh Indoneisa sudah melalui proses chek terlebih dahulu sehingga buku yang dikirim justru bukan buku yang berlawanan dengan nilai-nilai kebangsaan kita termasuk paham-paham radikal.

"Dengan gerakan literasi untuk toleransi ini juga kita ingin mengajak seluruh penggiat literasi agar memastikan konten buku bacaan bebas dari paham-pham sesat radikal. Kita ingin terutama anak-anak kita diberi pemahaman agama yang benar termasuk bagaimana hidup dalam perbedaan dan mengajarkan bagaimana bekerjasama dengan orang yang berbeda," tukas Muhadjir.

Terkait program pengiriman Buku Gratis oleh PT pos indonesia kata dia harus terus didukung karena sangat positif. "Saya menerima laporan bahwa masyarakat antusias sekali. Jangan sampai juga PT Pos Indoensia nanti malah rugi sehingga kami juga dari Dikbud bisa ikut membantu. Tapi ini tentu sangat positif terutama bagi kawan di daerah yang akses terhadap buku masih susah," pungkas Muhadjir.

Hadir dalam peluncuran gerakan ini adalah Nur Fajriansyah selaku Direktur hubungan kelembagaan strategis PT Pos Indoneisa, Ketua JK institut Solihin Kalla, dan Nirwan Ahmad Arsuka selaku Ketua pustaka bergerak.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More