Dua Perempuan Indonesia Gapai 7 Puncak Dunia

Penulis: Briyan B Hendro Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 11:26 WIB Humaniora
Dua Perempuan Indonesia Gapai 7 Puncak Dunia

Mathilda Dwi Lestari (kiri) dan Fransiska Dimitri Inkiriwang saat berada di basecamp pendakian Everest, Tibet--Dok Wissemu

DUA mahasiswi Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, berhasil menginjakkan kaki di titik tertinggi dunia, Puncak Everest yang berketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Nepal.

Berada di Nepal sejak 6 April lalu, mereka menggapai puncak pada hari ini, Kamis (17/5), pukul 5.50 waktu Nepal atau pukul 7.05 WIB.

Fransiska dan Mathilda sekaligus membukukan rekor sebagai perempuan Indonesia pertama yang berada di atap dunia, Puncak Everest.

Dua srikandi yang tahun ini berusia 24 tahun itu tergabung dalam The Woman of Indonesia's Seven Summits Ekspedition (Wissemu) Mahitala Unpar.

Ekspedisi yang digagas mahasiswa pecinta alam Unpar tersebut memiliki misi menjadikan perempuan Indonesia mengibarkan Merah Putih di 7 puncak tertinggi di 7 lempeng benua (world 7 summits).

Sebelumnya, tim Wissemu juga telah mencapai 6 puncak lainnya, yakni Carstensz Pyramid di Papua yang mewakili lempeng Australasia pada 13 Agustus 2014, Gunung Elbrus di Rusia yang mewakili lempeng Eropa pada 15 Mei 2015, Gunung Kilimanjaro yang mewakili lempeng Afrika pada 24 Mei 2015.

Lalu pada 30 Januari 2016, Wissemu berhasil menggapai Puncak Gunung Aconcagua di Amerika Selatan dan pada 5 Januari 2017 memuncaki Vinson Massif di Kutub Selatan.

Sebelum Everest, Wissemu juga berhasil mengibarkan Merah Putih di puncak ke-6 di Puncak Denali, Amerika Utara, pada 1 Juli 2017.

Dengan tercapainya puncak Everest, dua pendaki yang biasa disapa Deedee dan Hilda tersebut juga menjadi perempuan Indonesia pertama yang berhasil menuntaskan misi pendakian 7 puncak tertinggi di 7 lempeng benua.

Kini mereka berdua masih berjuang dalam perjalanan turun menuju basecamp pendakian Everest sebelum kembali ke tanah air.

"Keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan bangsa," ujar mereka dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More