Aparat dan FKUB Ponorogo Bentuk Tim Penangkal Radikalisme

Penulis: Antara Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 07:44 WIB Nusantara
Aparat dan FKUB Ponorogo Bentuk Tim Penangkal Radikalisme

APARAT TNI dan Polri bersama Forum Komunikasi Umat Beragama dan Majelis Ulama Indonesia Ponorogo, Jawa Timur, sepakat membentuk Tim Terpadu Penangkal Ideologi Radikal.

Kesepakatan pembentukan tim terpadu tersebut tercapai dalam sebuah diskusi yang melibatkan komponen Kodim, Polres, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan  Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Makodim Ponorogo, Rabu (16/5).

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengajak seluruh elemen masyarakat Ponorogo untuk berani menangkal bahaya radikalisme dan terorisme.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di Ponorogo untuk bersatu padu dalam rangka menangkal bahaya radikalisme dan terorisme," katanya.

Senada dengan Kapolres, Wakil Ketua FKUB Kabupaten Ponorogo, Maftuh Bahrul Ilmi juga mengajak semua pihak menangkal kelompok radikal yang menyebarkan ajaran menyimpang.

"Kita sebagai umat beragama harus bersatu dalam menangkal aksi kelompok radikal yang mengajarkan tindakan menyimpang dan tidak sesuai dengan ajaran agama mana pun," tandasnya.

Sedangkan Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letnan Kolonel Inf Made Sandy Agusto menyampaikan pemaparan dilanjutkan dengan pemutaran video TNI AD yang berisi ajakan untuk menangkal bahaya terorisme.

"Terorisme adalah musuh kita bersama, musuh semua bangsa dan musuh semua agama," kata Made Sandy.

Dalam diskusi tersebut, seluruh peserta yang hadir berkomitmen segera merealisasikan kesepakatan membentuk tim terpadu sesuai dengan mekanisme yang berlaku guna menangkal ideologi radikal. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More