Gugurnya Muazin Polda Riau

Penulis: Rudi Kurniawansyah Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 07:10 WIB Politik dan Hukum
Gugurnya Muazin Polda Riau

ANTARA/RONY MUHARRMAN
Suasana duka saat keluarga mengantarkan jenazah almarhum Iptu Luar Biasa Anumerta Haji Auzar ke permakaman di TPU Mayang Sari Simpang BRG Pekanbaru, Riau, kemarin. Auzar gugur dalam tugas akibat ditabrak mobil bernomor polisi BM 1192 RQ yang dipakai terdug

'YA, Allah, di penghujung bulan Sya'ban ini kukirimkan Do'a untuk saudara2 ku, sahabat-2 ku & orang-2 yg kuhormati serta orang-2 yg kucinta. Beri mereka kesehatan, tawadhu' dalam Iman, dan Islam, keluarga yg bahagia, rizki yg barokah, serta terimalah amal ibadahnya dan pertemukanlah mereka dengan Ramadhan yg segera datang ini'.

Begitu selarik pesan Whatsapp yang dilayangkan Ipda Auzar kepada rekan-rekannya, termasuk Wakapolri Komjen Syafruddin, pukul 07.15 WIB, kemarin.

Sekitar 2 jam kemudian perwira di Subditregident Ditlantas Polda Riau itu mengembuskan napas terakhir karena dilanggar kendaraan teroris yang menerobos kantor kepolisian daerah tersebut.

Bagi Komjen Syafruddin, Auzar memiliki kedekatan melebihi sekadar sebagai anak buah.

"Sudah 25 tahun persaudaraan saya dengan Auzar, mulai sopir, urus anak-anak dari kecil sampai dewasa, sampai berumah tangga. Almarhum masih bolak-balik Jakarta-Pekanbaru untuk urus ibu dan anak-anak saya," kata Syafruddin penuh haru.

Auzar dikenal sebagai sosok alim. Almarhum kerap menjadi muazin, penceramah, dan menyampaikan tausiah di Masjid Al Adli Kantor Polda Riau. Sebelum meninggal pada peristiwa serang-an teroris kemarin pagi, almarhum baru usai menunaikan salat duha di lantai dua Masjid Polda Riau. Setelah itu, almarhum buru-buru kembali ke ruang kerjanya. Ketika itulah teroris menabrak Auzar.

Dirlantas Polda Riau Kombes Rudi Syarifudin di rumah almarhum mengungkapkan, "Auzar aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Dia kerap memberikan tausiah hingga menjadi ustaz yang disegani di kepolisian maupun masyarakat. Almarhum punya pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak miskin."

Selain menewaskan Auzar, terduga teroris juga melukai perut Brigadir Jhon Hendrik dan kepala belakang Komisaris Faridz Abdullah. Sebanyak empat teroris tewas di tempat dan seorang melarikan diri.

Kemarin sore, Auzar, pria kelahiran Tanjung Alam, 9 November 1962, yang meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan seorang cucu itu dikebumikan dengan upacara kemiliteran di TPU Mayang Sari Simpang BRG. Polri mengganjar almarhum dengan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat menjadi iptu.

Tangis pilu keluarga dan kerabat menyertai jenazah Auzar sejak dari kediamannya di Jalan Bambu Kuning, Gang Bambu Kuning 1, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, hingga ke permakaman.

Ratusan pelayat dari berbagai kalangan rela berpanas-panas mengantar Auzar ke peristirahatan abadi, tidak terkecuali Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakapolda Riau Brigjen Permadi, dan sejumlah staf di kantor gubernur.

"Semoga Allah SWT menerima amal dan baktinya," ujar Wakapolda Riau seusai menjadi inspektur upacara di pemakaman Auzar.

Operasi di Tangerang

Di Kota Tangerang, Banten, kemarin, warga dihebohkan dengan operasi penggerebekan terhadap beberapa terduga teroris.

Dalam penggerebekan pertama, Tim Densus 88 Antiteror Polri menyasar rumah di Jalan Gempol Raya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Di rumah tersebut petugas menangkap empat terduga teroris, yakni tiga laki-laki dan seorang perempuan.

Setelah itu, Tim Densus 88 beranjak ke rumah lain di Kunciran Mas Permai karena dianggap masih berkaitan dengan terduga teroris dari Jalan Gempol Raya.

Sejumlah warga yang berkerumun di lokasi saling bertanya, gerangan siapa orang-orang yang dibawa polisi tersebut.

"Gimana sudah ditangkap, Pak. Alhamdulillah semua sudah ditangkap," kata Dewi, seorang ibu yang datang menyaksikan peristiwa penangkapan terduga teroris tersebut. (SM/Ant/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More