Welcome Ramadan

Penulis: Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal,Jakarta Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 07:00 WIB Renungan Ramadan
Welcome Ramadan

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar -- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

RASA rindu sang pencinta Ramadan akhirnya terobati. Bulan suci Ramadan yang selalu didoakan dengan Allahumma balligna Ramadhan (Ya Allah, sampaikanlah aku ke dalam Ramadan) akhirnya terkabulkan.

Tentu sang pencinta sudah lama menyiapkan pangkalan pendaratan Ramadan di dalam kalbu dan pikiran. Kita sudah berupaya membersihkan dan menyucikan diri sebelum Ramadan tiba agar lebih efektif menempa diri.

Kita sudah harus meluruskan jalan pikiran yang selama ini bengkok, melunakkan hati yang selama ini keras, membersihkan kalbu yang kotor, dan merajut kembali keluarga yang sedang rusak.

Ukuran keberhasilan di dalam meraih kesuksesan Ramadan bukan hanya kesalehan individual, melainkan juga kesalehan keluarga, bangsa, dan negara.

Semoga waktu-waktu yang tersisa ini bisa kita manfaatkan secara intensif untuk memulai salat-salat sunah rawatib, baik qabliyah maupun ba'diyah, baik yang mu'akkad maupun gairu mu'akkad.

Kita memulai membuka halaman demi halaman kitab suci Alquran, buku-buku, dan kanal dakwah di media sosial dan elektronik.

Semoga dengan demikian Ramadan kita kali ini akan lebih berkualitas ketimbang Ramadan sebelumnya.

Lakukan pula rangkaian ibadah sosial seperti bersilaturahim dengan orang-orang yang telah berjasa di dalam hidup kita, termasuk menziarahi makam-makam mereka yang sudah mendahului kita.

Jangan lupakan untuk mengunjungi kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan kita, seperti yang berada di panti-panti asuhan, panti jompo, dan kelompok-kelompok masyarakat marginal lainnya.

Seluruh ibadah sosial yang kita lalukan tersebut pada dasarnya tidak kalah dengan ibadah-ibadah mahdhah.

Keistimewaan Ramadan sendiri tidak perlu dipertanyakan. Banyak sekali ayat dan hadis yang menyatakan keistimewaannya. Dari segi namanya saja, Ramadan. berarti menghanguskan. Diharapkan, bulan ini akan bisa membakar hangus dosa-dosa di masa lampau yang pernah kita lakukan.

Banyak sekali amalan khusus yang hanya bisa dilakukan di dalam Ramadan, seperti salat sunah Tarawih, puasa Ramadan, amalan-amalan yang dijanjikan berlipat ganda, dan zakat fitrah, di samping zakat mal dan ibadah-ibadah sosial lainnya.

Bulan Ramadan bagi umat Islam betul-betul bulan dahsyat. Dalam lintasan sejarah dunia Islam, hampir semua peristiwa monumentalnya terjadi di dalam Ramadan. Di antaranya kali pertama Alquran diturunkan dan sekaligus menandai pelantikan Muhammad SAW sebagai nabi, serta kemenangan besar pasukan Rasulullah di dalam Perang Badar yang bersejarah juga bertepatan dengan 17 Maret 624 M atau 17 Ramadan tahun ke-7 H.

Perebutan kembali Kota Mekah (fathu Makkah) terjadi pada Ramadan 8 H, perjanjian Tsaqif berlangsung pada Ramadan 9 H, diplomasi Qadisiyah yang membawa keuntungan besar bagi umat Islam terjadi pada Ramadan 15 H, dan penaklukan Rodesia juga terjadi pada Ramadan 53 H.

Peristiwa lain yaitu Perang Andalusia di Spanyol pada Ramadan 91 H dan penaklukan kota Spanyol pada Ramadan 92 H. Lalu runtuhnya Daulat Bani Umayyah yang dinilai sudah korup dan digantikan Bani Abbasiah pada Ramadan 132 H.

Pemisahan Mesir dari Dinasti Abbasiah juga terjadi di Ramadan 253 H dan pendirian Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, sebagai universitas tertua di dunia pada Ramadan 361 H oleh Dinasti Fatimiyah yang beraliran Syiah. Kemudian pasukan Salahuddin al-Ayyubi mampu menghalau pasukan Salib dan merebut Suriah pada Ramadan 584 H dan pasukan Salib dikalahkan di Baibars pada Ramadan 675 H.

Beberapa negara Islam juga memperoleh kemerdekaan saat Ramadan, termasuk Republik Indonesia. Sejumlah kerajaan lokal di kepulauan Nusantara juga menyerah kepada sistem pemerintahan yang bercorak Islam (sultan), termasuk di antaranya Kerajaan Bone di Sulawesi Selatan. Hingga kini NKRI bertahan karena dijiwai bulan Ramadan.

Sulit dibayangkan bahwa ternyata begitu banyak peristiwa monumental yang terjadi saat Ramadan. Bulan puasa ternyata menjadi bulan kemenangan bagi umat Islam. Karena itu, kita tidak bisa menjadikan puasa sebagai alasan menurunkan prestasi.

Keikhlasan, kesabaran, kejujuran, kepasrahan, ataupun keluhuran budi yang terasa saat Ramadan ternyata memberikan dampak positif di dalam sejarah dan peradaban Islam.

Selamat datang Ramadan, semoga engkau betah di dalam hati kami.

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Rabu, 19 Sep 2018 / Ramadan 1439 H
Wilayah Jakarta Barat
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More