Aries Sebut Julukan Spiderwoman Lebih Tepat untuk Tim

Penulis: Antara Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 06:53 WIB Olahraga
Aries Sebut Julukan Spiderwoman Lebih Tepat untuk Tim

medcom.id

ATLET panjat tebing putri Indonesia Aries Susanti Rahayu menyebut julukan spiderwoman yang disematkan kepadanya oleh para pengguna media jejaring sosial lebih cocok ditujukan kepada tim nasional, meskipun dia telah meraih medali emas dalam kejuaraan dunia.

"Saya sih terserah yang memberi julukan atau apalah. Tapi, Aries tetap Aries yang dulu. Spiderwoman itu sebenarnya untuk kami semua dalam tim Indonesia, dan bukan hanya Aries," kata Aries, di sela penyambutan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (16/5).

Aries mendapatkan julukan spiderwoman setelah meraih medali emas nomor perlombaan speed world record dalam seri Piala Dunia Panjat Tebing di Chongqing, Tiongkok pada pada 5-7 Mei.

Atlet asal Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah itu mengalahkan atlet putri panjat tebing Rusia Elena Timofeeva dengan catatan waktu 7,51 detik berbanding 9,01 detik.

"Persiapan kami untuk Asian Games masih sama seperti sebelumnya yaitu dengan berlatih keras, berlatih benar, dan tidak puas dengan pencapaian ini karena kami masih harus mengejar prestasi lain," imbuhnya.

Aries mengatakan kekuatan tim Indonesia sudah setara dengan tim-tim dari negara lain dalam seri Piala Dunia Panjat Tebing di Rusia dan Tiongkok.

"Untuk persaingan dalam Asian Games, persaingan berat dari Tiongkok, Iran, dan Kazakhstan. Tapi untuk kejuaraan dunia, ada tim Rusia, Prancis, dan lainnya," kata atlet berusia 23 tahun itu.

Aries mengaku masih membidik pemecahan rekor dunia, yaitu 7,32 detik meskipun telah membidik medali emas dengan waktu 7,51 detik.

"Saya sempat dapat 7,39 detik di Moskow," ujarnya tentang seri Piala Dunia Panjat Tebing di Rusia pada pada 21-22 April 2018.

"Sejauh ini, kami masih fokus berlatih untuk Asian Games. Saya masih akan berlatih agar dapat mengikuti Olimpiade," ujar Aries tentang mimpinya jika cabang panjat tebing dipertandingkan pada Olimpiade 2020. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More