Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sidoarjo

Penulis: Antara Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 06:26 WIB Nusantara
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sidoarjo

Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra

TIM Densus 88 menangkap terduga teroris yang diketahui berada di Perum AURI, Jalan Avia Nomor 193 Dusun Kwadengan, Kelurahan Lemah Putro, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (16/5).

Dua terduga teroris berinisal H dan W itu ditangkap petugas dari Detasemen Khusus tersebut.

Heri S, salah satu warga, Kamis (17/5), mengatakan sempat terdengar tembakan terkait dengan aksi penggerebekan itu.

"Saya sendiri tidak tahu pasti, hanya terdengar suara letusan senjata," ujarnya di Sidoarjo.

Sejumlah warga yang sempat mendengar hal itu, kemudian berusaha untuk melihat dari dekat, tetapi kemudian dihalau petugas kepolisian.

Warga kemudian menjauh beberapa puluh meter dan tidak berani mendekat demi menjaga keamanan terkait dengan peristiwa itu.

Pengungkapan terduga teroris sebelumnya juga sempat dilakukan di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo. Dari ungkap kasus itu, petugas berhasil menangkap Anton, yang sebelumnya harus dilumpuhkan karena masih membawa switch dan bom.

Tim Densus 88 antiteror berhasil menangkap belasan orang pelaku terduga teroris dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Sebelumnya, pada Minggu (13/5) pagi, tiga gereja di Surabaya diserang teroris dengan cara meledakkan diri dengan menggunakan bom. Akibat kejadian itu, belasan orang meninggal dunia dan puluhan korban mengalami luka-luka. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More