Ini Kiat Pertamina Antisipasi Kecurangan

Penulis: Erandhi Hutomo Saputra Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 22:55 WIB Ekonomi
Ini Kiat Pertamina Antisipasi Kecurangan

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

PT Pertamina (Persero) akan menerapkan digitalisasi pada ujung nozzle pada tahun ini. Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, penerapan sistem IT pada ujung nozzle itu dikhususkan pada BBM bersubsidi yakni solar.

"Pembangunan IT di nozzle ini kita sadari diperlukan mengingat tugas Pertamina menyalurkan BBM ke seluruh masyarakat dan kedua kami perlu ini untuk verifikasi data untuk subsidi," ujar Nicke usai high level meeting dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) di Kantor BPH Migas Jakarta, Rabu (16/5).

Penerapan sistem IT pada ujung nozzle itu, kata Nicke, juga ditujukan untuk menghindari kecurangan seperti solar yang disalurkan terminal BBM tidak sampai ke SPBU, berkurangnya jumlah solar yang ada di SPBU, dan volume penyaluran solar yang tidak tepat sasaran.

"Selama ini untuk cek volume itu acak dari BPH Migas, dari sekitar 7 ribu (SPBU) tidak semua (dicek), hanya 200-400 (SPBU). Maka akurasi volume yang disalurkan dan didistribusikan kurang akurat, kalau pakai IT lebih akurat dan lebih real time. Kita konsen supaya subsidi tepat sasaran dan tidak ada kecurangan," jelasnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Nicke mengatakan akan dibentuk working group yang terdiri dari Kementerian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina. Working group itu akan merumuskan tahapan implementasi digitalisasi pada ujung nozzle.

"Kita harap tahun ini sudah ada (realisasi), kita pilih wilayah mana yang cepat dengan pemetaan. (Karena) SPBU masih ada yang blm gunakan dispenser, jadi mana yang paling siap kita jalankan dulu," tukasnya.

Terkait besaran investasi untuk digitalisasi itu, Nicke menyebut masih dalam tahap penghitungan oleh working group. Namun dalam implementasinya tidak menutup kemungkinan akan bekerjasama dengan BUMN lain yang mempunyai kompetensi dan pengalaman dalam mengembangkan sistem IT yang masif.

"(Besaran investasi) sedang dihitung, karena mungkin bisa kerjasama dengan sinergi BUMN," sebutnya.

Adapun Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menyebut dengan adanya sistem IT pada ujung nozzle data penggunaan BBM bersubsidi akan mudah terpantau oleh BPH Migas dan Kemenkeu.

"Kita ingin ini tidak mengulang kegagalan RFID (Radio Frequency Identification) yang tidak jadi dilakukan beberapa tahun lalu," pungkasnya. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More