Malaysia Memasuki Fajar Baru

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 06:15 WIB Internasional
Malaysia Memasuki Fajar Baru

AFP PHOTO / Mohd RASFAN

Reformis Anwar Ibrahim mendeklarasikan sebuah fajar baru bagi Malaysia seusai dibebaskan dari penjara kemarin. Pembebasan Anwar itu memberinya jalan untuk terjun kembali ke gelanggang politik nasional sebagai penerus Perdana Menteri Mahathir Mohammad setelah koalisi mereka menang dalam pemilu pekan lalu.

Pemimpin kharismatis berusia 70 tahun itu kembali menjadi sorotan Negeri Jiran setelah Raja Malaysia menghapuskan tuduhan sodomi atas Anwar yang telah membuatnya mendekam di balik jeruji selama 3 tahun terakhir.

Sebelum meninggalkan penjara, Anwar menyempatkan diri berswafoto dengan para penjaga penjara. Di depan ratusan pendukung dan jurnalis yang meneriakkan ‘Reformasi’, Anwar bersumpah untuk mendukung upaya membawa negeri itu menuju arah baru.
Anwar mengatakan, ia telah memaafkan Mahathir yang telah memenjarakannya dua dekade yang lalu, namun secara tidak terduga kini menjadi kawan.

“Sekarang telah ada fajar baru bagi Malaysia. Saya harus berterima kasih kepada rakyat Malaysia,” kata Anwar dengan diapit istrinya, Azizah Wan Ismail, dan anggota-anggota lain dari partai politiknya. “Seluruh spektrum Malaysia, tidak peduli ras ataupun agamanya, telah berdiri di samping prinsip demokrasi dan kemerdekaan. Mereka menuntut perubahan,” teriaknya.

Selama beberapa dekade, Anwar telah lama menjadi bayang-bayang politik Malaysia. Popularitasnya meroket drastis dalam koalisi Barisan Nasional (BN) yang sekarang telah terguling. Namun, kariernya lalu jatuh pada 1998 setelah Mahathir yang saat itu menjadi PM menuduhnya melakukan tindakan sodomi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Tuduhan ini mengantarkan Anwar yang saat itu menjadi wakil Mahathir ke dalam penjara. Setelah ia dibebaskan pertama kali, ia bergabung dengan partai oposisi yang akhirnya menggulingkan BN dalam pemilu pekan  lalu.
Pembebasan Anwar kemarin me-ngantarkannya untuk reuni dengan musuh bebuyutan yang kini sekutunya, Mahathir.

Mahathir mengatakan akan memimpin pemerintahan selama satu atau dua tahun, namun telah memberi sinyal bahwa kekuasaannya akan diserahkan kepada Anwar nantinya.

Maafkan Mahathir
Anwar mengatakan bahwa sejarahnya dengan Mahathir yang telah memecat dan memenjarakannya pada 1998--telah berakhir saat mereka berbagi tujuan yang sama yaitu mereformasi pemerintahan dan membersihkan skandal korupsi raksasa yang melibatkan mantan PM Najib Razak.

“Mengubur masa lalu? Itu sudah saya lakukan sejak lama,” kata Anwar saat ditanya tentang Mahathir.  “Saya telah memaafkannya,”  lanjutnya. Da mengisyaratkan tidak akan segera terlibat mendalam di dunia politik, akan tetapi akan mendukung upaya pemerintahan Mahathir sebagai warga biasa.

Pelepasan Anwar menandai sebuah pembalikan nasib yang luar biasa dan terjadi setelah kekalahan tak terduga BN dalam pemilu pekan lalu. Mahathir yang memimpin BN selama 22 tahun hingga 2003 -- keluar dari masa pensiun untuk memimpin koalisi oposisi yang pertama dibentuk Anwar hingga meraih kemenangan tak terduga.

Pembebasan Anwar kian menambah aroma perubahan di Malaysia dan memicu harapan penduduk terjadinya sebuah pergantian arah yang benar-benar baru. Xavier Jayakumar, anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat milik Anwar, menyebut hari tersebut sebagai sebuah hari bersejarah bagi seluruh Malaysia. “Kebahagiaan ini serupa dengan perayaan penuh kegembiraan di Afrika Selatan saat Nelson Mandela dibebaskan,” lanjutnya. (AFP/*/I-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More