Ada Tujuh Emiten Segera Lakukan IPO

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 22:25 WIB Ekonomi
Ada Tujuh Emiten Segera Lakukan IPO

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho

HINGGA semester 1 - 2018, tercatat sebanyak tujuh emiten yang terjadwal akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO). 

Pada Rabu (16/5) tercatat PT Jaya Bersama Indo Tbk (The Duck King) dan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk membuka book building untuk melaksanakan IPO dan paparan publik. Penawaran umum akan dilakukan pada 4-5 Juni.

Masing-masing menawarkan 200 juta saham atau 47,43% dari jumlah modal disetor setelah Penawaran Umum Perdana dengan harga IPO 140-160 per saham untuk PT Trimuda Nuansa Citra dan 403,8 juta saham atau 34,4% dari modal disetor dengan harga IPO 1.550-1.950 per saham untuk PT Jaya Bersama Indo.

PT Sarimelati Kencana Tbk (Pizza Hut) dijadwalkan akan memulai penawaran umum perdana saham pada 17-18 Mei 2018 dan mencatatkan saham (listing) mereka di BEI pada 23 Mei mendatang. Mereka menawarkan 604,37 juta saham (20%) dengan harga penawaran Rp 1.100 per saham.

PT Guna Timur Raya Tbk dijadwalkan telah penawaran umum perdana saham 14-16 Mei 2018 dan mencatatkan saham mereka di BEI pada 23 Mei mendatang. Mereka menawarkan 150 juta saham dengan harga penawaran Rp 230 per saham.

Kemudian ada PT MNC Studio International Tbk yang akan memulai penawaran umum perdana saham pada 30 Mei 2018 dan mencatatkan saham mereka di BEI pada 8 Juni mendatang. Mereka menawarkan 1,56 miliar saham (29,98%). Namun harga penawaran belum terbit.

Lalu PT Panca Mitra Multiperdana Tbk yang akan memulai penawaran umum perdana saham pada 28 Mei 2018 dan mencatatkan saham mereka di BEI pada 7 Juni mendatang. Mereka menawarkan 857,14 juta saham (30%). Namun harga penawaran belum terbit.

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia memundurkan jadwal pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia dari 15 Mei 2018 menjadi 28 Mei 2018 akibat pergantian direksi di induk usaha, PT Pertamina (Persero). Proses penawaran umum saham anak usaha BUMN ini akan dilakukan pada 18 Mei 2018-22 Mei 2018. Sebelumnya, proses tersebut dijadwalkan akan dimulai pada 7 Mei 2018.

Proses pencatatan saham perdana atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 28 Mei 2018 atau berubah dari jadwal semula 15 Mei 2018. Mereka menawarkan harga saham IPO di level Rp3.850-Rp5.000 per saham untuk 282 juta saham.

Sebelumnya tercatat pada Rabu (16/5) PT Medialoka Hermina Tbk resmi mencatatkan diri (listing) sebagai emiten ke-14 di BEI dengan kode emiten HEAL. Hal yang sama juga PT Surya Pertiwi Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang listing (14/5) kemarin. Sebelumnya terdapat BRI Syariah dan BTPN Syariah yang juga mencatatkan saham mereka di Birsa Efek Indonesia di awal Mei 2018.

Dengan demikian hingga semester satu bisa tercapai sekitar 21 emiten yang listing atau mencatatkan saham mereka di BEI. Sebagaimana seringkali disampaikan Dirut BEI Tito Sulistio, mereka menargetkan sekitar 30-35 emiten melantai di pasar modal di tahun 2018.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak membuat sejumlah perusahaan menunda untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO).

"Karena rencana IPO itu bukan rencana sehari, tetapi rencana yang sudah diputuskan bertahun-tahun dan minat pembelinya juga sudah ada," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Rabu (16/5).

Samsul Hidayat juga menilai kondisi industri pasar modal bukan sepenuhnya disebabkan sentimen yang datang dari dalam negeri, tetapi dipengaruhi kebijakan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Kalau dilihat, penurunan saham diimbangi dengan masih masuknya dana investor yang masuk untuk mengakumulasi saham-saham yang telah turun," katanya.

Saat ini, lanjut dia, fundamental ekonomi nasional masih terjaga, sejumlah data yang telah diumumkan juga terbilang masih baik. Pemerintah tentu akan terus berupaya untuk menjaga perekonomian nasional tetap baik/ kondusif.

Kendati demikian, Samsul Hidayat mengakui, sentimen mengenai teror yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dapat mengganggu persepsi investor untuk berinvestasi.

"Investor sebenarnya sudah cukup imune dengan kondisi itu, tetapi kan harapan kita ini bisa diatasi secepatnya oleh pihak keamanan agar investor nyaman untuk investasi," katanya. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More