Facebook Tertibkan Foto Kekerasan

Penulis: (Ant/I-3) Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 06:00 WIB Internasional
Facebook Tertibkan Foto Kekerasan

AFP PHOTO / Lionel BONAVENTURE

JUMLAH kiriman gambar di jejaring sosial Facebook menunjukkan foto-foto terkait kekerasan meningkat tajam dalam tiga bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, Facebook mencatat foto-foto kekerasan yang diunggah pengguna hanya seperempatnya.
Demikian diungkapkan manajemen jejaring sosial itu dalam siaran umum perdana tentang data-data kekerasan di Facebook.

Facebook dalam laporan tertulis mengatakan dari setiap 10 ribu muatan pada catur wulan pertama, sekitar 22% hingga 27% berisi gambar tentang kekerasan. Jumlah itu naik dari perkiraan 16% hingga 19% pada akhir tahun lalu.  Untuk menghadang bertambahnya foto kekerasan di Facebook, perusahaan itu telah menghapus dan memasang layar peringatan terhadap 3,4 juta muatan pada catur wulan pertama tahun ini.

Menurut jejaring sosial itu, jumlah muatan yang diberikan peringatan hampir tiga kali lipat dari 1,2 juta pada catur wulan sebelumnya. Facebook tidak sepenuhnya mengetahui alasan mengapa pengguna mengirimkan banyak gambar kekerasan. Namun, mereka berpendapat pertempuran di Suriah mungkin menjadi salah satu penyebabnya.

“Setiap kali perang dimulai, ada lonjakan besar dalam kekerasan grafis,” kata Wakil Ketua Pengulasan Data Facebook, Alex Schultz kepada wartawan di markas besar Facebook.  Seperti diketahui, perang sipil di Suriah meletus pada 2011 dan berlanjut sampai saat ini. Pasukan pemberontak bertempur melawan tentara yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sejauh  ini, perusahaan media sosial terbesar di dunia itu belum pernah merilis data rinci tentang jenis kiriman yang diambil alih karena melanggar aturan mereka. Namun, baru-baru ini Facebook mengembangkan metrik sebagai cara untuk mengukur hal itu.
“Jenis metrik ini dapat membantu tim kami memahami apa yang sebenarnya terjadi pada dua miliar lebih warga dunia,” kata Wakil Presiden Manajemen Produk Facebook  Guy Rosen.

Dia mengatakan perusahaan memiliki kebijakan untuk menghapus konten yang mempertontonkan penderitaan orang lain. Secara umum, lanjutnya, Facebook akan meninggalkan layar peringatan yang selama ini digunakan.
Tidak hanya itu, Facebook juga melarang ujaran kebencian dan akan mengambil tindakan terhadap 2,5 juta konten pada kuartal pertama tahun ini. (Ant/I-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More