Partai NasDem Rebut Hati Masyarakat Nias Selatan

Penulis: Putra Ananda Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 22:05 WIB Politik dan Hukum
Partai NasDem Rebut Hati Masyarakat Nias Selatan

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

MASYARAKAT Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) nampak antusias menerima kedatangan Ketua Koordinator Wilayah Sumut Partai NasDem Martin Manurung.  Kedatangan Martin terkait dengan acara pelantikan pengurus DPP NasDem Kabupaten Nias Selatan.

"Dari perjalanan saya hampir 20 hari, saya lihat NasDem betul-betul disambut oleh masyarakat dan bisa menjadi bagian dari Nias Selatan," ujar Martin di Nias Selatan, Rabu, (16/5).

Martin berharap, kehangatan masyarkat Nias Selatan kepada NasDem dapat berlanjut hingga pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang. Dengan begitu, dirinya optimistis NasDem bisa meraih posisi tiga besar di Sumut.

"Kalau kita berjuang, kita bisa peroleh masing-masing 1 kursi DPRD yang ada di 9 Kabupaten/kota, bahkan kader kita bisa menjadi Ketua DPRD di Sumut," tutur Martin.

Dalam kesempatan tersebut, Martin juga menegaskan kembali komitmen bagi para pengurus DPW maupun DPD yang ada di seluruh Sumut untuk tidak menarik pungutan atau uang mahar bagi para bakal calon legislatif yang ingin mendaftarkan diri dari NasDem.

"Maka kader-kader NasDem harus selalu ingat bahwa kehadiran kita di tengah masyarakat harus jadi contoh dan teladan bagi masyarakat di sekitar kita," ujarnya.

Dikatakan oleh Martin, NasDem sangat tidak mentolerir kadernya yang terlibat permasalahan korupsi. NasDem tidak akan memberi bantuan hukum apapun bagi para kader yang terlibat kasus korupsi. Hanya ada dua pilihan bagi kader yang terlibat korupsi yaitu untuk berhenti mengundurkan diri atau dipecat dari partai.

"Aturan tegas itu tak terelkan karena Ketua Umum kita Surya Paloh mendirikan partai ini untuk memberi warna baru perpolitikan di tanah air," terang Martin. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More