Utang Pemerintah Ciptakan Ruang Fiskal

Penulis: Erandhi Hutomo Saputra Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 21:50 WIB Ekonomi
Utang Pemerintah Ciptakan Ruang Fiskal

MI/RAMDANI

ANGGOTA Komisi XI Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan utang yang diambil pemerintah saat ini merupakan kebijakan fiskal untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan membangun infrastruktur.

"Mengapa utang karena kita ingin geser paradigma dari ekonomi konsumtif menjadi ekonomi produktif," ujar Hendrawan dalam seminar bertajuk 'Menyikapi Polemik Utang Pemerintah Indonesia' di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie Jakarta, Rabu (16/5).

Menurutnya kebijakan utang itu ditempuh karena Indonesia membutuhkan dana untuk mengejar ketertinggalan dalam hal infrastruktur yang begitu lebar. Realisasi pertumbuhan pajak hanya 4% dalam 4 tahun terakhir.

Ia mengakui dalam 3 tahun (2015-2017) pemerintahan Jokowi, utang pemerintah memang lebih tinggi dari 5 tahun (2009-2014) masa Presiden SBY. Pada masa SBY utang pemerintah hanya Rp1.675 triliun, sedangkan 3 tahun Jokowi sudah mencapai Rp1.980 triliun.

Akan tetapi dalam kurun waktu tersebut, pemerintahan Jokowi mampu menciptakan ruang fiskal yang lebih besar mencapai Rp377 triliun. Sedangkan pada masa SBY ruang fiskal yang tercipta hanya Rp194,5 triliun.

"Pak Jokowi memang haus benar dengan utang, tapi ketika dicek apakah punya ruang fiskal yang besar atau tidak, ternyata benar utang itu untuk hal yang produktif," tukasnya.

Utang yang digunakan untuk hal produktif seperti membangun infrastruktur itu diharapkan akan mampu membawa Indonesia pada 2030 menjadi negara yang menarik begitu banyak investasi (investment driven) seperti yang dialami Malaysia saat ini. Sehingga pada 2045 mampu membawa ekonomi Indonesia berbasis inovasi seperti Korea Selatan.

"Utang tidak salah, yang salah kalau digunakan ugal-ugalan dan manajemen utangnya sontoloyo. Maka kita minta Kemenkeu untuk selalu transparan saat memaparkan posisi utang Indonesia," pungkasnya. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More