TPST Bantar Gebang Didemo, Administrasi Bekasi Belum Juga Lengkap

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 20:57 WIB Megapolitan
TPST Bantar Gebang Didemo, Administrasi Bekasi Belum Juga Lengkap

ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Kepala Unit Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Asep Kuswanto menegaskan, lambatnya pencairan dana kompensasi atau uang bau bagi warga Bantar Gebang, Bekasi, disebabkan berkas administrasi Pemkot Bekasi yang belum lengkap. Lebih dari itu, revisi demi revisi masih dilakukan Pemkot Bekasi berulang-ulang.

“Sekali revisi saja itu bisa makan waktu sebulan. Mereka sudah bolak balik merevisi. Tapi tetap belum lengkap. Untuk bisa ajukan proposal itu harus ada laporan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bekasi. Nah, ini yang belum lengkap,” kata Asep dihubungi, Rabu (16/5).

Puluhan warga penerima uang kompensasi bau dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi menggeruduk kantor pengelola, Rabu (16/5) siang. Mereka menuntut pengelola untuk membayarkan kompensasi bau yang belum dibayarkan selama lima bulan.

Asep pun kebingungan ketika pendemo menggeruduk kantornya. Pasalnya, dana untuk kompensasi sudah ada di Biro Tata Pemerintahan DKI masuk anggaran bantuan keuangan. DKI bisa langsung mencairkan bila persyaratan atas proposal sudah dilengkapi Pemkot Bekasi.

“Ya akhirnya tadi Bappeda dan pihak Dinas Lingkungan Hidup Bekasi ngobrol dengan pendemo. Pendemo menuntut keputusan ada di hari Jumat. Senin paling lambat uang sudah harus cair.” Tuturnya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More