Kenaikan Suku Bunga Diyakini 50 Basis Poin

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 21:35 WIB Ekonomi
Kenaikan Suku Bunga Diyakini 50 Basis Poin

MI/ROMMY PUJIANTO

RISET Mandiri Sekuritas menilai defisit neraca perdagangan RI bulan April 2018 sebesar US$1,6 miliar, terbesar sejak 5 tahun lalu. Ini cukup mengejutkan dikarenakan melampau prediksi kami US $347,2 juta dan prediksi konsensus US $733 juta.

"Ekspor tumbuh sebesar 9,1% YoY sesuai dengan prediksi kami (10,1%), sementara impor melaju 34,7% YoY, merupakan kenaikan tertinggi sejak Sep11, merupakan kenaikan yang lebih besar dibanding prediksi kami (vs 20,1%)," ujar Analis Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy, melalui keterangan tertulis, Rabu (16/5).

Secara umum, angka aktual tersebut semakin menegaskan pandangan mereka bahwa kebijakan suku bunga akan segera dinaikkan . Mereka juga tetap mempertahankan prediksi defisit neraca berjalan (CAD) sebesar 2,2% PDB. "Kami memprediksi kenaikan pertama dimulai pekan ini,"

Secara historis, posisi neraca berjalan kuartal II menurun karena oleh repatriasi laba dan naiknya defisit perdagangan. Mempertimbangkan prediksi adanya volatilitas pada neraca keuangan, rupiah masih akan tetap di bawah tekanan.

"Namun, kami meyakini bahwa kenaikan suku bunga 7DRRR sebesar 50 bps tahun ini dengan kenaikan pertama pada pekan ini, bersama dengan asumsi normalisasi impor barang modal dan menghilangkan permintaan musiman valas (FX), ketegangan rupiah akan memudar dalam semester II/2018 (2H18)," tukas Leo. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More