Media Abal-Abal Salah gunakan Kebebasan Pers

Penulis: Antara Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 20:56 WIB Humaniora
Media Abal-Abal Salah gunakan Kebebasan Pers

Ist

DEWAN Pers menyatakan dalam masa 20 tahun setelah reformasi, masih ada media abal-abal yang menyalahgunakan kebebasan pers
dengan memeras perorangan atau lembaga.

"Masih ada yang menyalahgunaan kebebasan pers untuk membuat media dan praktiknya abal-abal, memeras menggunakan nama-nama lembaga," ujar Ketua
Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di Jakarta, Rabu (16/5).

Dari 47 ribu media yang ada di Indonesia, kata dia, hanya sekitar dua ribu yang terverifikasi. Yosep mengatakan media abal-abal yang menyebarkan berita bohong dan
memojokkan orang harus bersama diperangi pewarta media arus utama, salah satunya dengan tetap menjaga profesionalismenya.

Dengan menjalankan fungsi secara benar, pewarta media arus utama akan meraih kepercayaan masyarakat sehingga ruang media abal-abal semakin
sempit.

Apalagi, berdasarkan survei The Economist, ucap Yosep, sebanyak 87% masyarakat Indonesia percaya kepada media arus utama.

"Di Indonesia, orang percaya pemerintah, lebih tinggi lagi pada media, media masih dianggap benar meskipun media terbelah juga dalam beberapa kubu saat pemiliknya masuk ke partai-partai politik," tutur dia.

Untuk itu, marwah jurnalisme profesional harus dijaga demi menjaga kepercayaan masyarakat. (A-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More