Kapolres Tangerang: Ulama Ceramah Radikal, Bisa Kami Setop!

Penulis: MICOM Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 21:30 WIB Megapolitan
Kapolres Tangerang: Ulama Ceramah Radikal, Bisa Kami Setop!

Ist

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan pihaknya bisa melarang ceramah di masjid yang materinya mengandung radikalisme dan kekerasan pascapenangkapan sejumlah terduga teroris di kota tersebut. Penjagaan ketat itu juga sehubungan penerapan siaga I untuk mengantisipasi adanya tindakan radikalisme.

Dia mengaku pihaknya telah mendapatkan penjelasan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, Ues Nawawi Gofar bahwa demi untuk
ketenangan umat, polisi diperbolehkan melarang.

Untuk itu, petugas tiap polsek harus dapat melakukan deteksi dini terhadap ulama atau ustad yang memberikan ceramah bernada radikalisme. Pihaknya tidak dapat mentolerir adanya ceramah yang kadang menghasut sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Selain itu, setiap Polsek dapat mendata penghuni tempat kos karena salah satu terduga teroris di Surabaya mengontrak rumah penduduk di Tangerang, diduga mengunakan identitas palsu.

Kapolsek Balaraja, Kompol Wendy Adrianto menambahkan, dari hasil pendataan bahwa banyak penguni rumah kos yang enggan melaporkan ke RT dan RW setempat, ini sangat disesalkan karena biasanya tamu harus melapor dalam waktu setiap dua kali 24 jam.

Dia berharap ketua RT dapat memastikan penghuni rumah kontrakan, bila tidak jelas identitas mereka dikhawatirkan melakukan tindakan anarkis dan krimalitas lainnya. (Ant/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More