Bahan Makanan Berbahaya Dijual di Pasar

Penulis: (DA/Aya/J-1) Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 23:40 WIB Megapolitan
Bahan Makanan Berbahaya Dijual  di Pasar

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

SAAT menjelang Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar inspeksi dadakan gabungan untuk meningkatkan pengawasan di Pasar Serpong, Rabu (16/5). Di tempat itu, ditemukan makanan berbahan zat berbahaya.

Operasi melibatkan Badan Peneriksa Obat dan Makanan (BPOM) Banten,  Dinas Ketahan­an Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tangsel, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tangsel, serta polres setempat sebagai Satpas Pangan.
Kepala UPT Labkesda Kota Tangsel, Hanum, mengatakan pihaknya memeriksa 20 sampel, seperti kolang kaling, ikan tongkol, ayam, kerang, dan tahu. Hasilnya semua negatif zat berbahaya.

Namun, petugas BPOM Banten yang juga ikut memeriksa bahan makanan menemukan bahan berbahaya. Terdapat empat bahan makanan tidak layak konsumsi. “Dari 20 makanan yang kami periksa, ada empat makanan dari pedagang berbeda mengandung zat berbahaya. Tiga di antaranya mengandung formalin,” ungkap Kepala Seksi Pemeriksaan, Penyidikan, Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Bangen Faizal Musfofa.

Satu bahan makanan lain bahkan mengandung zat rhodamin. Bahan itu merupakan zat kimia yang sering terkandung di dalam hasil barang industri tekstil. Tiga makanan yang mengandung formalin tersebut ialah dua jenis cumi asin dari pedagang yang berbeda. Satu lainnya ialah mi basah. Sementara yang mengandung rhodamin ialah bahan makanan terasi.

Operasi pasar
Di Jakarta, guna memenuhi kebutuhan pangan warga, PD Pasar Jaya menggelar operasi pasar murah di 44 pasar tradisional di lima wilayah kota. Operasi pasar kali ini digelar sejak 16 Mei hingga 14 Juni mendatang. “Operasi pasar ini untuk pedagang yang berjualan, jadi kita gaet sejumlah asosiasi peda­gang atau supplier di pasar,” papar Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin di PT Food Station Tjipinang Jaya, Rabu (16/5).

Pihak yang digaet meliputi Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskopas), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Komite Pedagang Pasar Indonesia (KPPI) dan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI). Terhadap pedagang beragam­ asosiasi itu disiapkan tenda berjualan. Harga kemudian dibagi menjadi dua, ada harga eceran dan harga untuk pedagang.

Di pasar murah ini, lanjut Arief, dijual berbagai kebutuhan pokok seperti gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, beras, daging sapi, daging kerbau, daging ayam, bawang putih, bawang merah, hingga telur. (DA/Aya/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More