Terduga Teroris Ditangkap, Warga Tangerang Mengaku Lega

Penulis: Sumantri Handoyo Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 21:15 WIB Megapolitan
Terduga Teroris Ditangkap, Warga Tangerang Mengaku Lega

Ilustrasi--thinkstock

WARGA kota Tangerang, khususnya di Kelurahan Kunciran Induk, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Banteng, kemarin dihebohkan dengan adanya penggrebekan terduga teroris di wilayah mereka.

Sepanjang hari, para ibu maupun bapak berkelompok untuk membicarakan kabar pengrebekan teroris itu. Hal itu terlihat di sepanjang Jalan Gempol Raya Kelurahan Kuciran Induk dan kunciran Indah, yang lokasinya berjauhan dengan digrebeknya para angvota teroris.

"Gimana sudah ditangkap pak.. Ya sukurlah,"' kata salah seorang ibu yang sedang membicarakan penggrebekan itu bersama warga lainnya di Jalan Gempol Raya yang berjarak sekitar satu kilometer lebih dari ditangkapnya tiga terduga teroris.

Begitu juga yang terjadi di Perumahan kunciran indah Mas Permai, Jalan Delima 02/15, kunciran indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten. Para warga merasa bersukur jika jaringan teroris tersebut ditangkap dan diberangus.

"Alhamdulillah, jadinya semua sudah ditangkap ya,"' kata salah seorang ibu yang sengaja datang ke sekitar lokasi menyaksikan penangkapan.

Sementara itu, Nyonya Dewi, pemilik warung kelontong yang hanya berjarak satu toko dengan tempat usaha para terduga teroris yang ditangkap di Jalan Gempol Raya, Kelurahan Kunciran Induk RT 4/2, mengaku tidak pernah mengira bahwa tetangganya adalah anggota jaringan teroris.

Pasalnya, kehidupan mereka dilihatnya biasa-biasa saja. Mereka juga terlihat jarang keluar rumah. "Setiap hari mereka hanya bekerja sebagai tukang jahit permak. Dan tidak pernah kelihatan kemana-mana, selain membeli peralatan jahit seperti benang dan jarum," kata Dewi yang sudah hampir sepuluh tahun membuka usaha dan tinggal di sana.

Hanya saja, kata Dewi, suami istri dan ponakannya yang membantu usaha jahit itu tidak pernah bersosialisasi. "Selama kurang lebih enam bulan mereka buka usaha dan tinggal disini, juga belum pernah ngobrol dengan kami," kata dia.

Rizal, pedagang ikan segar di samping usaha ketiga teroris teraebut juga tidak pernah menduga ketiganya anggota jaringan teroris karena sikapnya dinilai biasa-biasa saja.
"Pak Choir dan Ghofur (keponakannya) memang jarang ngobrol dan dia hanya tersenyum bila papasan dengan saya," kata Rizal.

Lebih jauh Rizal menjelaskan, tiga orang tersebut memang slalu mengenakan gamis dan berjenggot. Sedangkan istrinya tidak pernah melepas cadar. "Saya denger dia baru maried (nikah) enam bulan lalu. Kemudian kontrak rumah di sini untuk usaha jahit," kata dia.

Sementara Anto, terduga teroris yang tinggal di Perumahan kunciran indah Mas Permai, Jalan Delima Rt 02/15, Kelurahan kunciran indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, berkerja sebagai pedagang kebab di depan sebuah minimarket.

Pemuda tersebut tidak pernah bersosialisasi karena tiap hari selalu pulang larut malam. "Biasanya dia berangkat siang dan pulang larut malam. Kami yang ada disini juga belum pernah ngobrok sama dia,' kata Tatang, tetangganya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More