Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran, Uni Eropa Luncurkan Proposal Ekonomi

Penulis: Irene Harty Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 20:45 WIB Internasional
Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran, Uni Eropa Luncurkan Proposal Ekonomi

AFP PHOTO

UNI Eropa meluncurkan sembilan poin proposal ekonomi untuk menjaga kesepakatan nuklir Iran tetap hidup pada Selasa (15/5), setelah Amerika Serikat (AS) melakukan penarikan mendadak dari kesepakatan. Itu menjadi salah satu upaya menemukan cara untuk membujuk Iran agar tetap dengan perjanjian bersejarah 2015 meskipun Presiden AS, Donald Trump menarik diri seminggu yang lalu.

Iran telah memperingatkan pihaknya siap untuk melanjutkan pengayaan uranium skala industri tanpa pembatasan apapun kecuali Uni Eropa dapat memberikan jaminan kuat mempertahankan manfaat ekonomi yang diperolehnya dari perjanjian nuklir meskipun AS kembali memberlakukan sanksi.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bertemu dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini dan rekan-rekannya dari Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai tiga penandatangan dari Eropa bersama dengan Rusia dan Tiongkok.

"Saya yakin ini awal yang baik. Kami tidak ada di sana, kami memulai prosesnya. Namun dia memperingatkan bahwa Teheran berharap melihat kemajuan menuju jaminan yang diinginkannya dalam beberapa minggu ke depan," kata Zarif.

Mogherini mengatakan para ahli Uni Eropa mengajukan proposal konkret dalam beberapa minggu mendatang mengenai sembilan isu utama termasuk memastikan Iran dapat menjual produk minyak dan gasnya dan memiliki akses ke keuangan internasional. Ia mengakui tantangan besar untuk menemukan jalan keluar di antara sanksi AS yang menghukum perdagangan bisnis dengan Iran, yang berlaku di seluruh dunia.

"Kami tahu ini tugas yang sulit tetapi kami ditentukan untuk melakukannya dan kami telah mulai bekerja untuk mengambil langkah-langkah yang membantu memastikan ini terjadi," katanya.

Mogherini mengungkapkan kesepakatan itu tidak perlu diubah, dimodifikasi atau memiliki tambahan. "Kami tidak berbicara tentang lampiran atau modifikasi perjanjian sama sekali, kami berbicara tentang pengaturan langkah-langkah konkrit untuk mempertahankan kesepakatan," sahut Mogherini.

Blok tersebut menegaskan kesepakatan itu berhasil, menunjuk pada inspeksi PBB yang berulang kali memverifikasi kepatuhan republik Islam dari sisi tawar-menawar.

Para pemimpin Uni Eropa bertujuan untuk menunjukkan gerakan persatuan dalam menjaga kesepakatan Iran saat mereka bertemu untuk makan malam pra-KTT di Sofia pada Rabu (16/5), menurut Presiden Dewan Eropa Donald Tusk.

"Saya ingin debat kami untuk menegaskan kembali tanpa keraguan bahwa selama Iran menghormati ketentuan perjanjian, Uni Eropa juga akan menghormatinya," imbuh Tusk.

Perusahaan-perusahaan Eropa, terutama yang berasal dari Prancis dan Jerman, bergegas untuk berinvestasi di Iran setelah kesepakatan 2015 saat Teheran setuju untuk membekukan program nuklirnya sebagai imbalan untuk mengakhiri sanksi internasional.

Ekspor Jerman ke Iran mencapai hampir 3,0 miliar euro pada 2017, sementara ekspor Perancis melonjak dari 562 juta euro pada 2015 menjadi 1,5 miliar pada 2017 dan raksasa minyak Total berjanji akan menginvestasikan sekitar US$5 miliar di ladang gas Pars Selatan.

AS memberi waktu untuk bisnis maksimal enam bulan untuk mengakhiri operasi di Iran atau menghadapi hukuman berayun di bawah sanksi Amerika. "Kita harus realistis tentang rel listrik, kawat hidup ekstra-teritorial Amerika dan bagaimana itu dapat berfungsi sebagai penghalang untuk bisnis," kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan pembicaraan telepon dengan mitranya dari Rusia Vladimir Putin pada Selasa dan Kremlin mengatakan mereka telah mengkonfirmasi komitmen Rusia dan Prancis untuk membuat kesepakatan itu berhasil. (AFP/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More