Tol Layang Pettarani Makassar Dikebut 22 Bulan

Penulis: Lina Herlina Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 20:45 WIB Nusantara
Tol Layang Pettarani Makassar Dikebut 22 Bulan

Ist

PEMBANGUNAN tol layang Pettarani, sudah mulai berjalan April 2018 setelah pada Oktober 2017 lalu di-groundbreaking oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara, Anwar Toha menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar bersama PT BMN memulai pembangunan proyek jalan tol layang pertama di dalam kota. Rencananya, konstruksi akan membentang sepanjang 4,3 kilometer di atas jalan nasional AP Pettarani.

"Pembangunan bakal memakan waktu 22 bulan. Proyek ini bernilai investasi Rp2,2 triliun tanpa pembebasan lahan. Tol layang Pettarani ini diharapkan dapat menjadi ikon baru, serta dapat mendukung sistem transportasi di kota Makassar," kata Anwar Rabu (16/5).

Proyek PT BMN yang menggandeng kontraktor Wika Beton dan konsultan Nippon Koei-Indo Koei, pada Mei ini memasuki tahap persiapan. Antara lain berupa pembersihan lokasi, penebangan pohon dan median pembatas. Pengerjaan tanah dimulai pada Juni, sedangkan pemasangan struktur bawah dimulai satu bulan berselang.

Direktur Teknik dan Operasi PT BMN Ismail Malliungan mengatakan, jalan tol layang dirancang dengan puncak ketinggian 19 meter di atas tanah. Proyek ini menggunakan konsep beton ‘box ginder’, yang merupakan teknologi mutakhir untuk konstruksi jalan layang.

Selama pengerjaan konstruksi, kata Ismail, pengguna jalan AP Pettarani akan terkena dampak. Sebab kontraktor akan menutup dan membatasi setidaknya tiga lajur di sepanjang jalan. Namun penutupan diyakini hanya akan berlaku optimal pada malam hari, saat volume lalu lintas lebih rendah.

“Windows time kontraktor di malam hari. Untuk peoses peralihan lalu lintas dan simulasinya sudah disiapkan. Tinggal kita sosialisasikan ke masyarakat,” ujar Ismail.

Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar Syamsu Rizal memastikan semua perizinan untuk proyek jalan tol layang sudah rampung. Proyek ini, menurut dia, sangat urgen untuk diselesaikan segera. Sebab AP Pettarani selama ini merupakan salah satu jalan di Makassar dengan beban volume kendaraan tertinggi.

Rizal atau Deng Ical berharap, tol layang menjadi solusi mengurai kemacetan lalu lintas Makassar. Dengan konstruksi ini, masyarakat punya alternatif sehingga beban jalan konvensional bisa jauh berkurang.

"Semoga progresnya berlari kencang, supaya tiga bulan ke depan sudah kelihatan hasilnya. Supaya masyarakat bisa lihat, bahwa ada harapan baru di Makassar," seru Deng Ical.

Ia juga menekankan bahwa proyek tersebut tidak mengorbankan hak-hak masyarakat. Karena jalan nasional merupakan aset pemerintah, tidak ada pembebasan lahan. (A-5)
 

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More