Terduga Teroris di Gempol Raya Ditangkap Usai Buang Sampah

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 20:07 WIB Megapolitan
Terduga Teroris di Gempol Raya Ditangkap Usai Buang Sampah

Ilustrasi--thinkstock

DUA terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di Jalan Gempol Raya RT 04/02 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, yakni MC dan GH ditangkap saat sedang mengendarai sepeda motor usai membuang sampah.
    
Saridewi, warga Gempol Raya yang melihat kejadian tersebut mengatakan jika kedua terduga teroris sempat melakukan perlawanan saat ditangkap dan berusaha melarikan diri. "Sempat terdengar bunyi tembakan lalu keduanya berhasil ditangkap oleh petugas," ujar Saridewi warga setempat.

Dikatakannya, MC dan GH sudah menempati rumah kontrakan tersebut selama enam bulan. Pekerjaan yang diketahui oleh warga setempat adalah sebagai penjahit. Sehingga warga sekitar tak ada yang menaruh curiga jika ada keterlibatan teroris.

"Kami kaget saja kalau ternyata ada keterlibatan teroris. Sebab warga di sini mengenalnya sebagai konveksi jahit saja," ujarnya.

Hal itu senada dengan kesaksian Midah, warga yang berada di lokasi penggerebekan pada pukul 11.30 WIB tersebut. Midah pun mengaku mendengar suara tembakan. "Saya lagi goreng, kompor saja saya nggak matiin, sangking kagetnya, saya kira perampok," imbuhnya.

Menurutnya penghuni rumah itu ditangkap saat naik motor setelah selesai membuah sampah. "Dia lagi buang sampah naik motor, pas balik diuber terus diseret. Istrinya lagi keluar. Terus (polisi) bilang 'jangan bergerak'. Langsung dia (istrinya) bilang 'ampun'," jelas Midah, penjual gorengan di sekitar lokasi, Rabu (16/5).

Sebelumnya, Densus 88 berusaha menangkap terduga teroris berinisial MC dan GH. Mereka berdua diduga mengumpulkan dana untuk jaringan teroris dan pelatihan semi militer di Sukabumi, Jawa Barat, dalam rangka perencanaan amaliyah kelompok JAD Jabodetabeka pimpinan KOS dan DS.

Kelompok tersebut juga diduga merencanakan amaliyah menggunakan senjata tajam, panah yang dilengkapi bom dan pisau komando di sejumlah markas dan pos polisi di Bogor, Bandung, Jakarta, dan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. (Ant/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More