Serangan ke Suriah Terbukti Gunakan Senjata Kimia

Penulis: Irene Harty Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 20:25 WIB Internasional
Serangan ke Suriah Terbukti Gunakan Senjata Kimia

AFP PHOTO

PENGAWAS senjata global yakni Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) menegaskan menemukan ada penggunaan klorin dalam penyelidikan dugaan serangan senjata kimia pada Februari lalu ke Kota Saraqeb, Suriah pada Rabu (16/5).

"Misi pencarian fakta oleh OPCW menemukan klorin dilepaskan dari silinder mekanik di lingkungan Al Talil Saraqeb pada 4 Februari," kata pernyataan OPCW.

Kesimpulan tim didasarkan pada penemuan dua silinder yang ditentukan seperti sebelumnya mengandung klorin. Sampel lingkungan juga menunjukkan keberadaan klorin yang tidak biasa di lingkungan lokal, menurut organisasi yang bermarkas di Den Haag tersebut.

Tindakan seperti itu bertentangan dengan larangan tegas terhadap senjata kimia. Namun, pengawas tidak mengatakan sisi mana dalam perang saudara tujuh tahun yang kompleks di Suriah yang bertanggung jawab untuk menggunakan klorin.

OPCW mengatakan bahwa timnya telah mewawancarai para saksi, dan menemukan bahwa sejumlah "pasien di fasilitas medis tidak lama setelah insiden menunjukkan tanda dan gejala konsisten dengan paparan klorin."

"Saya sangat mengutuk penggunaan bahan kimia beracun sebagai senjata oleh siapa pun, karena alasan apapun, dan dalam keadaan apa pun," ungkap Kepala OPCW Ahmet Uzumcu.

Tim pencari fakta OPCW juga saat ini sedang menunggu hasil dari misi sulitnya ke kota Suriah Douma, setelah petugas medis dan penyelamat mengatakan 40 orang tewas dalam serangan klorin dan sarin pada 7 April.

Mereka melakukan penggalian mayat dan mengumpulkan lebih dari 100 sampel lingkungan yang sedang dianalisis di berbagai laboratorium yang ditunjuk OPCW.

Sebelas orang harus dirawat karena kesulitan bernapas pada 4 Februari setelah serangan pemerintah Suriah di kota Saraqeb, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris.

Saat itu, Mohammad Ghaleb Tannari, dokter di kota terdekat di provinsi Idlib mengatakan bahwa rumah sakitnya telah merawat 11 orang.

"Semua kasus yang kami terima memiliki gejala yang konsisten dengan menghirup gas khlor beracun, termasuk kelelahan, kesulitan bernapas, dan batuk," tuturnya.

Sementara itu, Suriah dan Rusia telah menuduh pekerja penyelamat sukarela Suriah menayangkan rekaman video 7 April atas perintah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. (AFP/OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More