Ramadan, Atlet tetap Latihan

Penulis: Budi Ernanto Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 19:35 WIB Olahraga
Ramadan, Atlet tetap Latihan

FOTO ANTARA/Fachrozi Amri

Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana meminta agar para pelatih terus memantau performa atlet Asian Games 2018 selama Ramadan. Itu harus dilakukan karena saat Ramadan dipastikan frekuensi latihan bisa berkurang dan bahkan bisa tidak ada sama sekali ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Atlet kan baru-baru ini sudah banyak yang pulang dari latihan di luar negeri. Berarti pelatih harus pantau betul kondisi atlet, tingkatkan motivasinya, jangan sampai pas puasa turun semangatnya. Kalau bisa latihan imajiner, kan itu bisa-bisa saja,” kata Mulyana kepada Media Indonesia, Rabu (16/5).

Saat lebaran, para pelatih disarankan juga tetap memberikan jadwal latihan kepada atlitnya yang mudik. Pesan itu sudah disampaikan dalam sesi pertemuan kedua antara induk cabang olahraga (cabor) dengan Kemenpora pada pekan lalu. Ada tiga induk cabor yang sudah dipanggil, yakni paralayang, angkat besi, dan pencak silat.

“Pada sesi pertemuan pertama, kami membahas hasil latihan di dalam dan luar negeri. Sejauh ini, kami bisa katakan atlet siap. Dari indikator latihan, sudah dijalankan semua. Namun, kami belum bisa katakan soal target medali emas di Asian Games nanti,” kata Mulyana.

Di sisi lain, Mulyana mengatakan induk cabor juga sudah meminta tambahan atlet untuk menjadi pelapis atlet utama. Mulyana menambahkan, tidak banyak yang mengajukan permintaan itu dan hanya ada belasan induk cabor. Selain itu, juga ada permohonan anggaran untuk membayar pelatih asing.

Terkait latihan saat Ramadan, atlet cabor atletik Agus Prayogo juga mengatakan tetap akan latihan selama Ramadan. Dari yang sudah-sudah, Agus yang akan turun di nomor marathon (42 km) di Asian Games, terpaksa tidak menjalankan puasa selama beberapa hari karena harus latihan dengan berlari puluhan km. Setelah Ramadan, baru lah dia membayar utangnya.

“Kemungkinan besar, saat Ramadan tahun ini, saya harus menjalankan fase latihan umum. Itu adalah latihan yang mengharuskan saya lari dengan jarak tempuh yang jauh, bisa sampai 30 km. Kenapa fase umum, karena saya sempat absen latihan selama tiga bulan lantaran harus menyelesaikan sekolah,” kata pria berusia 32 tahun itu yang juga mengaku berat badannya sempat naik 2 kg menjadi 56 kg.

Untuk mematangkan persiapannya, Agus pada 30 Juni-1 Juli besok akan mengikuti ajang lari marathon di Gold Coast, Australia. “Saya hanya ikut half marathon (21 km) saja. Saya ingin juga sih latihan di kompetisi 10 km, tapi tergantung pelatih dan PASI,” pungkas Agus. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More