Gugurnya Bhayangkara Muazin Polda Riau

Penulis: Rudi Kurniawansyah Pada: Rabu, 16 Mei 2018, 19:12 WIB Nusantara
Gugurnya Bhayangkara Muazin Polda Riau

Ist

TANGIS haru keluarga pecah tatkala jenazah Inspektur Satu (Iptu) Luar Biasa Anumerta Auzar, 56, dilepas dari kediamannya di Jalan Bambu Kuning Gang Bambu Kuning 1, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau.

Dengan memeluk seorang anak kecil, seorang perempuan bertelekung kuning tak henti-hentinya menangis dan memanggil-manggil nama almarhum.

Ratusan orang dari berbagai kalangan mengantarkan jenazah ke pemakaman di TPU Mayang Sari Simpang BRG, Rabu (16/5). Termasuk turut hadir Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakapolda Riau Brigjend HE Permadi, dan sejumlah pimpinan Muspida.

Almarhum Ipda Haji Auzar mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat setelah menjadi korban tabrakan mobil Avanza putih BM 1192 RQ yang dipakai teroris dalam insiden serangan di Mapolda Riau sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (16/5).

Almarhum yang meninggalkan seorang istri bernama Erlina dengan tiga anak dan seorang cucu sehari-hari bertugas sebagai Pegawai Administrasi 2 SIM di Subditregident Ditlantas Polda Riau.

"Almarhum adalah contoh suri teladan bagi Polri. Semoga amal dan bakti almarhum diterima Allah SWT," ungkap Wakapolda Riau Permadi saat menjadi inspektur upacara pemakaman yang digelar secara militer.

Almarhum Auzar kelahiran Tanjung Alam 9 November 1962 dikenal sebagai sosok yang alim. Almurham kerap menjadi muazin, penceramah, dan memberikan tausiyah di Masjid Al Adli Mapolda Riau. Bahkan sebelum gugur pada peristiwa serangan teroris pada Rabu (16/5) pagi, almarhum baru saja menyelesaikan rutinitas ibadah salat duha.

"Almarhum juga sempat mengatur penjadwalan agenda tausiyah Ramadan di Masjid Polda Riau," ucap Rico, pegawai di Polda Riau. (A-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More